Ciputra Entrepreneurship

Ciputra Entrepreneurship

Inovasi, untuk Selalu Bertahan dalam Bisnis

09 Feb 2014 Hits : 1,758

Tepat 125 tahun yang lalu, di sebuah daerah bernama Rochester, di New York, berdirilah sebuah perusahaan yang merintiskan usahanya sebagai pionir di industri fotografi, di mana di kemudian hari perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu produsen terbesar film seluloid atau yang lebih dikenal dengan istilah film rol.

Adalah George Eastman, seorang inovator dan wirausahawan asal Amerika Serikat yang bertekad mewujudkan mimpinya, yaitu membawa dunia fotografi ke level yang mainstream dan dikenal masyarakat. Usaha dan jerih payahnya tersebut menunjukkan hasil yang sangat baik, di mana pada 1976, perusahaan yang telah ia rintis tersebut berjaya dengan menguasai 90 persen pangsa pasar film fotografi di Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, seiring dengan perjalanan waktu dan berkembangnya teknologi, pada akhir tahun 1990-an, perusahaan tersebut menunjukkan penurunan penjualan yang sangat signifikan, di mana hal itu disebabkan dengan diciptakannya sebuah teknologi bernama fotografi digital, teknologi yang dapat menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik, dan dengan waktu pemrosesan gambar yang jauh lebih cepat apabila dibandingkan dengan penggunaan film seluloid.

Para kompetitor yang berhasil mengembangkan teknologi fotografi digital tersebut perlahan-lahan mulai mengambil alih pangsa pasar dan akhirnya kurang lebih 20 tahun kemudian, tepatnya pada Januari 2013, perusahaan yang dikenal dengan nama Kodak tersebut dinyatakan pailit oleh pengadilan Amerika Serikat. Cerita di atas adalah sebuah contoh nyata, di mana sebuah brand besar tidak selamanya sukses.

Dalam era persaingan bisnis yang semakin kompetitif seperti sekarang ini, sebuah brand dituntut untuk terus mengikuti perkembangan zaman. Berbagai kebijakan pun dilakukan guna bisa bertahan dan bersaing di level tertinggi dalam sebuah industri. Peningkatan mutu dan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan menjadi sebuah hal yang wajib, di mana pada akhirnya kepuasan konsumen adalah salah satu tujuan akhir yang ingin diraih.

Inovasi adalah salah satu hal penting yang perlu diinvestasikan oleh sebuah brand agar bisa terus hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Branding dan inovasi mempunyai hubungan yang erat satu sama lain, di mana sebuah brand yang kuat dapat menciptakan berbagai inovasi ke tengah-tengah masyarakat dengan tetap menekan risiko yang mungkin muncul seminim mungkin agar mereka dapat menerima perubahan tersebut.

Di sisi lain, sebuah inovasi yang diterapkan dengan baik dapat menciptakan sebuah identitas yang kuat di mata konsumen sehingga brand tersebut dapat dikenal luas dan bisa berkembang lebih besar lagi. Walaupun branding dan inovasi berkaitan erat, dalam proses pengimplementasiannya tidaklah mudah. Karena inovasi berhubungan dengan sebuah hal baru, di mana sebuah brand yang bersifat kaku sulit untuk menerima sebuah perubahan yang signifikan.

Faktor penentu untuk membuat branding dan inovasi bekerja dengan sempurna adalah dengan melakukan penyeimbangan, terutama mengenai fokus brand tersebut dan apa tujuan yang ingin diraih dengan adanya sebuah inovasi yang akan dimunculkan.

Sebagai kesimpulan, investasi dalam menciptakan sebuah inovasi adalah sebuah langkah penting dalam pengembangan sebuah brand, di mana dengan adanya inovasi, brand bisa lebih kompeten dalam menghadapi persaingan bisnis dan dapat mengukuhkan identitas yang kuat di mata konsumen.

Selain itu, strategi branding dan strategi inovasi yang diterapkan dengan baik dapat membantu sebuah brand dalam mengembangkan usahanya menjadi lebih menguntungkan. (as/Harian SI/Okezone)