Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
teen-section
Tahu Pop, Tahu Gaul Aneka Rasa PDF Cetak E-mail
Kamis, 07 April 2011 14:10
Tahu adalah makanan orang Indonesia. Olahan kedelai ini dapat dimakan sebagai lauk ataupun camilan. Salah satu tahu camilan yang terkenal adalah Tahu Pop. Namun Tahu Pop bukanlah sembarang tahu. Tahu Pop punya segmen pasar yang spesifik, yaitu anak muda. Lalu apa bedanya Tahu Pop dengan tahu umumnya? Tahu Pop disajikan sebagai camilan gaul dan modern.

tahu_sumedangAndri Juanda adalah orang di balik kreativitas olahan tahu ini. Ia ingin agar tahu sumedang jadi lebih populer di masyarakat dengan beragam rasa. “Agar para konsumen tidak merasa jenuh," ujarnya.

Tahu Pop menyediakan tahu berbagai rasa, mulai dari rasa barbeque, keju, sambal balado, udang pedas, jagung pedas, ayam bawang, kari ayam, rendang sapi, sapi lada hitam, dan pizza. “Tahu Pop lebih kres, gurih, renyah, dan mantap dengan beraneka rasa untuk dijadikan teman nongkrong rame-rame sahabat gaul,” kata Andri.

Berdiri sejak tahun 2009, Tahu Pop pun melebarkan sayap usaha dengan menawarkan konsep waralaba. Hingga saat ini, Tahu Pop sudah memiliki 27 mitra yang tersebar di Bandung, Jatinangor, Garut, Majalengka, Sumedang, dan Tangerang.

Tahu Pop menawarkan kerjasama untuk jangka waktu tiga tahun dengan investasi awal Rp 6 juta. Mitra akan memperoleh satu unit outlet, satu set perlengkapan outlet, bahan baku awal, seragam, pelatihan karyawan, buku manual usaha, dan paket promosi usaha.

Mitra bisa mematok harga jual Rp 5.000 per kotaknya. Bila mitra bisa menjual sekitar 1.500 kotak setiap bulan, maka omzet rata-rata yang dapat mereka peroleh tiap bulan bisa mencapai Rp 7,5 juta hingga Rp 8 juta.

Sedangkan, untuk perhitungannya pengeluaran setiap bulan, Andri memperkirakan biaya bahan baku sebesar Rp 3,5 juta. Bahan baku tersebut termasuk sari kedelai untuk tahu dan minyak goreng. Kemudian, gaji karyawan sebesar Rp 1 juta dan sewa tempat Rp 1 juta. Ditambah dengan biaya manajemen quality control sebesar Rp 375.000.

Total hitungan pendapatan bersihnya mencapai Rp 2 hingga Rp 2,25 juta per bulan. Dengan peluang yang demikian besar dan prospektif, mitra usaha hanya membutuhkan waktu tiga bulan untuk balik modal.

Saat ini waralaba tahu memang telah menjadikan lahan bisnis baru yang layak untuk dicoba. Selain karena nilai investasinya yang tidak terlalu besar, balik modalnya terbilang cepat. Namun sayangnya usaha ini belum tentu langgeng, karena keunikannya tergolong hanya sesaat saja, kecuali jika pengusaha selalu berinovasi dalam hal rasa dan strategi pemasaran. (*/dari berbagai sumber)
 
«MulaiSebelumnya251252253254255256257258259260BerikutnyaAkhir»

Halaman 260 dari 342
Kalio Buntut Sapi
Bahan: 1 potong buntut sapi (yang telah dibersihkan), 6 butir bawang merah, 6 siung bawang putih, 6 butir kemiri, 3cm... Selanjutnya...
Daging Sapi Goreng
Bahan:500 gr daging has dalam (tenderloin)500 ml air kelapa150 ml santan kental2 lbr daun jeruk purut4 bh bawang merah,... Selanjutnya...
Dendeng Balado
Bahan: ½ kg daging bagian paha, 1 buah jeruk nipis, diperas airnya, garam, 100 g cabai merah, 16 butir bawang merah,... Selanjutnya...
Ungkep Jerohan dan Daging Sapi
Bahan: 1 kg campuran babat, usus, paru dan daging, 2 ltr air kelapa untuk merebus, 1 sdm lengkuas parut, 2 lembar... Selanjutnya...
Bakpao Ayam Jamur
Bahan kulit bakpao: I Biang: 200 gram tepung terigu cap cakra 150 cc air 1 pak fermipan (11 gr)II 300 gr tepung terigu... Selanjutnya...
Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version