Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
Manufaktur
Eka Putra, Lulusan SMA yang Cetak Omzet Ratusan Juta PDF Cetak E-mail
Selasa, 14 Mei 2013 10:19

CE-logoDi sudut keramaian Pasar Baru Bandung, Eka Putra (38) tampak sibuk mengawasi kegiatan jual beli di salah satu kiosnya yang menjual busana muslim dengan merek Fresh Fashion.

Eka Putra adalah pemilik Fresh Fashion yang menjual busana muslim produksinya sendiri di delapan kios di Pasar Baru Bandung (sebagian kios sudah miliknya), satu kios di daerah Cibaduyut Bandung dan dua kios di Cirebon.

Eka Putra juga memiliki tempat konveksi di daerah Majalaya, dan Soreang Bandung dengan jumlah produksi 15.000 potong per bulan, dengan konsep menitipkan mesin konveksi ke rumah-rumah produksi.

Keberhasilan usaha Eka, tidak tiba-tiba jatuh dari langit. Pada awal usahanya, bahkan pemuda berpendidikan terakhir SMA ini sempat mengalami kegagalan karena terpengaruh krisis ekonomi di tahun 1997.

Pada waktu itu, usaha Eka menekuni bisnis busana pria sudah berjalan cukup maju sejak dimulai pada tahun 1990, dan sudah memiliki empat kios untuk memasarkan produk yang memang sedang tren masa itu.

Krisis ekonomi yang melanda perekonomian Indonesia pada 1997 berimbas pada usaha Eka, sehingga dia harus menutup tiga kiosnya dan hanya menyisakan satu kios di daerah alun-alun Bandung sampai tahun 2002.

Pada tahun itu, Eka mulai mengalihkan bisnisnya pada pembuatan busana muslim yang dia amati mulai banyak dipakai dan diperkirakan akan menjadi tren fashion perempuan muslim ke depan.

Namun, perkembangan bisnis barunya hingga 2006 tidak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan antara lain karena kalah bersaing dengan produk-produk sejenis yang lebih terkenal.

Pada 2007, Eka mengenal Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yang selain menawarinya kredit juga mengajaknya untuk bekerja sama memajukan usahanya dengan berbagai pelatihan atau training.

Eka tertarik dan meminjam kredit pertama sebesar Rp100 juta untuk digunakan memperluas kios jualannya dan menambah modal produksi.

Eka pun mulai mengikuti berbagai pelatihan usaha yang diberikan oleh BTPN dan mulai diterapkan dalam proses bisnisnya seperti dengan membentuk manajemen usahanya.

"BTPN terus mengawal usaha saya dengan banyak memberikan masukan dan dukungan serta konsultasi untuk kemajuan bisnis saya," kata Eka.

Dari konsultasi dengan BTPN pula lah, Eka menemukan 'brand' Fresh Fashion yang menjadi "trade mark" busana-busana muslim buatannya.

Pelatihan dari BTPN juga yang membuat penampilan semua toko milik Eka Putra menjadi berbeda dan lebih menarik dibanding dengan kios-kios lain sehingga mengundang pembeli untuk datang.

"Naik kelas" Eka Putra saat ini boleh disebut sebagai pengusaha kecil yang sukses. Tingkatan bisnisnya sudah "naik kelas" karena omzetnya per bulan sudah hampir mencapai Rp800 juta dengan laba sekitar 20 persen dari omzet.

"Saya menargetkan omzet bisa capai Rp2 miliar pada tahun ini," katanya.

Untuk mengejar itu, selain berjualan di kios-kiosnya, Eka juga mulai mengikuti tren berjualan online melalui internet yang juga digunakan untuk memperkuat merek produknya melalui dunia maya.

Penjualan produknya juga tidak lagi hanya di kota-kota Jawa Barat. Eka juga rutin mengirim produksinya ke Malang Jawa Timur dan Kudus Jawa Tengah serta beberapa kota di Jawa lainnya.

Ke depan Eka bercita-cita untuk membangun dua Hijab Departement Store di Jakarta dan Surabaya yang khusus menjual pakaian muslim wanita, pria dan anak-anak.

"Saya melihat tren pakaian muslim ke depan masih sangat bagus. Departement store yang khusus menjual pakaian muslim belum pernah ada di mana pun," katanya.

Kredit Eka Putra di BTPN kini telah bertambah menjadi Rp900 juta sejalan dengan perkembangan bisnisnya yang terus berlipat ganda.

Eka selain masih terus mendapat konsultasi bisnis dari BTPN, juga rajin membagikan ilmunya kepada pengusaha kecil lain dalam setiap pelatihan yang diadakan di sebuah kantor BTPN di Bandung.

"Pelatihan usaha untuk pengusaha kecil ini efektif sekali untuk meningkatkan pola pikir bisnis pada debitur BTPN yang biasanya masih tradisional, sehingga mereka memiliki pola usaha yang unggul dalam berbisnis," katanya.

Eka merupakan salah satu contoh pengusaha kecil binaan BTPN yang sudah "naik kelas" karena keberhasilan menjalankan bisnisnya dengan gigih, berani dan cerdas membaca peluang usaha.

"Kalau kita tekun dan berani berusaha mencari jalan keluar dalam bisnis kita, pasti akan ada hasilnya," ujar Eka. (ant/as)

 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

Halaman 3 dari 466
Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version