Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
properti-section
Zhang Xin, Kedepankan Nurani dalam Berbisnis PDF Cetak E-mail
Kamis, 14 Februari 2013 08:34

xang02

Namanya begitu populer di China. Namun siapa sangka, ratu properti ini masa kecilnya penuh dengan kesulitan hidup dan dilingkupi kemiskinan.

Zhang Xin, sang ratu properti, menghabiskan masa kecilnya di lantai lima, rumah susun di pinggiran Beijing. Makan nasi ransum dengan mangkuk besi bersama anak-anak pekerja keras China yang lain.

Saat remaja,  ia sempat menjadi buruh pabrik di Hong Kong. Bekerja 12 jam dengan shift. Saat kerja inilah, sedikit demi sedit, Zhang bisa mengumpulkan uang.

Pada usia 20, Zhang telah memiliki uang cukup, dan memutuskan hijrah ke Inggris. Dia mendapatkan bea siswa di Sussex. Kemudian, dia melanjutkan di Cambridge untuk menyelesaikan gelar master.

Kini, dua dekade setelah dia bekerja keras, Zhang bisa menatap dari lantai atas salah satu bangunan paling bergaya dan bergengsi di Beijing. Itulah bangunan miliknya, yang dibangun dari keringatnya sendiri. Zhang pun menjadi salah satu wanita terkaya dunia.

Baru-baru ini majalah Forbes menurunkan profil 10 perempuan miliarder dunia yang kekayaannya dari keringat sendiri. Bukan warisan maupun hibah. Salah satunya Zhang, yang memiliki kekayaan US$2 miliar atau sekitar Rp18 triliun.

Di bawah bendera SOHO, Zhang berhasil membangun kerajaan bisnis properti bersama suaminya. Dia berhasil mengubah cakrawala dari rumah beton kotor yang ia tinggali hingga 1970, menjadi gedung yang indah dan futuristik. “Pembangunan ini bertahap dan begitu lama,” kata dia kepada The Sunday Telegraph.

“Saya teringat ketika kami sedang berjuang membayar gaji dan tagihan. Bagaimana pun perusahaan harus terus bergerak meskipun dengan utang. Dengan kontrol biaya yang ketat, kami pun secara bertahap bisa mendapat keuntungan.”

Meski telah sukses, dia tidak mau memamerkan kekayaannya. Penampilannya sangat sederhana. Bila menggunakan make up, tidak begitu kentara. Begitu juga dengan perhiasan, juga tidak berlebih.

Ditanya mobil apa yang dia pakai, dia ragu-ragu. Namun akhirnya menjawab. “Oh, itu Lexus. Saya tidak tahu modelnya."

Mendengar hati nurani
Bahkan dengan triliunan rupiah kekayaan yang ia punya, Zhang tetap mempertahankan sikap hemat. Bila menggunakan pesawat, dia akan menolak menggunakan kelas satu. Padahal bagi dia, sangat mudah terbang ke mana pun dengan tiket paling mahal sekali pun.

“Ini bukan soal keterjangkauan, ini tentang hati nurani,” katanya. “Kelas bisnis ini sudah cukup nyaman.”

Zhang yang sekarang berusia 45, lahir di China. Tumbuh dewasa selama paruh kedua dari Revolusi Kebudayaan (1966-1976). Dia merupakan putri generasi ketiga imigran Tionghoa yang pindah ke Burma dan kembali lagi ke Beijing pada 1950.

Keluarga ini tinggal di sebuah bangunan utilitarian. Ibunya bekerja sebagai penerjemah resmi membantu menyebarluaskan pernyataan Deng Xiaoping dan Zhou Enlai. Saat sekolah, setiap siang Zhang pulang untuk makan nasi ransum dari kantin gedung itu.

“Hanya ada tiga jenis makanan, semua cukup buruk,” kenang dia. “Kami masing-masing memegang mangkuk nasi dan dibawa ke kantin. Petugas membagikan makanan dari wadah yang sangat besar,” kata dia sambil menunjuk foto pekerja konstruksi yang sedang mengantre makan di salah satu proyek bangunannya. “Rasanya seperti itu, hanya jauh lebih buruk.”

Turut mengubah wajah Beijing
Saat itu, Zhang mengatakan, Beijing adalah kota muram. “Bangunan-bangunan itu kelabu, semua orang berpakaian abu-abu. Kami tidak pernah melihat langit. Tidak ada gagasan dari langit biru untuk sebuah kemakmuran,” katanya.

“Semua orang berpakaian sama, makan sama, perbedaan antara satu orang dengan lain sangat kecil. Mungkin sama seperti perbedaan satu rambut dengan rambut lain di kepala Anda,” ujar Zhang.

Bekerja sebagai buruh pabrik di Hong Kong baginya tidak jauh lebih baik. “Itu mengerikan,” katanya.

Setelah “melarikan diri” ke Inggris, pintu Zhang mulai terbuka. Dengan gelar master ekonomi pembangunan di tangannya, ia mendapat pekerjaan pertamanya di Goldman Sachs.

Pada 1994 ia kembali ke China, tergoda seperti ekspatriat lainnya yang terpikat oleh tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi.

Seorang teman menyarankan Zhang memulai bisnis properti. Pan Shiyi namanya. Dia yang datang dari keluarga lebih miskin dari Zhang, memandang masa depan bisnis properti sangat bagus.

Empat hari kemudian, Pan mengusulkan semua ide kepada perempuan itu. Lalu mereka mendirikan SOHO. Bersama Pan yang kemudian menjadi suaminya, Zhang memulai bisnisnya pada 2007. Perusahaan ini sempat kolaps dengan utang US$1,65 miliar, namun kemudian sedikit demi sedikit utangnya bisa direstrukturisasi. (bn/dari berbagai sumber/image:google)

 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

Halaman 1 dari 21
Gambar
Ingin Membeli Tanah yang Belum Sertifikat? Simak Artikel Ini
Saat ini, jika niat Anda membeli tanah yang belum bersertifikat memang sudah bulat, langkah pertama sebelum membelinya... Selanjutnya...
Gambar
Inilah Instrumen Pajak Jual Beli-Tanah
Pada saat melakukan jual-beli tanah dan bangunan, baik pembeli maupun penjual tentu akan dikenakan pajak. Penjual akan... Selanjutnya...
Gambar
Membeli Tanah Warisan? Perhatikan Hal Ini
Umumnya, ketika seseorang meninggal dunia, maka seluruh harta kekayaanya akan jatuh pada para ahli warisnya. Karena... Selanjutnya...
Gambar
Empat Strategi Renovasi Rumah Agar Hemat Biaya
Barangkali Anda dan banyak orang pernah mengalami ketakutan tersendiri saat berpikir tentang renovasi tempat tinggal... Selanjutnya...
Gambar
Menentukan Jendela Rumah
Pengadaan jendela pada rumah membutuhkan pemikiran mendalam. Jenisnya dipilih berdasarkan letak, ukuran, desain, cara... Selanjutnya...
Gambar
Bikin Rumah Lega dengan Kaca
Menggunakan kaca sebagai salah satu elemen dekoratif mampu membuat rumah Anda terasa lebih besar. Selain itu, kaca... Selanjutnya...
Gambar
Kenaikan Harga Properti di Indonesia Dinilai Terlalu Cepat
Kenaikan harga properti di Indonesia, khususnya pada tanah dan rumah, dinilai terlalu cepat. Namun kenaikan tersebut... Selanjutnya...
Gambar
Kemenpera : Penyaluran KPR Bersubsidi Capai Rp 1,22 Triliun
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mencatat penyaluran KPR subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan... Selanjutnya...
Gambar
KPR Syariah Dianggap Lebih Menguntungkan
Pilih syariah atau konvensional? Pertanyaan ini akan sering muncul saat mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Anda... Selanjutnya...
Gambar
Tingkatkan Status Sertifikat Rumah Anda
Jika Anda baru saja melunasi angsuran KPR dan sertifikat rumah sudah diserahkan oleh pihak bank dengan status berupa... Selanjutnya...
Gambar
Percantik Rumah Agar Layak Jual
Menjual rumah di masa kondisi ekonomi belum terlampau baik seperti saat ini bisa menjadi pekerjaan yang menantang. Anda... Selanjutnya...
Gambar
Jadikan Rumah Instrumen Investasi Anda
Rumah adalah salah instrumen investasi yang cocok bagi investor pemula. Agar hasil investasi Anda menguntungkan, banyak... Selanjutnya...
Gambar
Interior Makin Hijau dengan Tanaman Hidroponik
Kehijauan tanaman yang asri segar bisa membantu Anda rileks di dalam rumah. Kendati rumah Anda tak begitu besar,... Selanjutnya...
Gambar
Konsep Hijau untuk Hunian Anda
Sejauh ini belum ada standar baku tentang  konsep  rumah hijau, termasuk  perumahan hijau. Standar... Selanjutnya...
Gambar
Resep Hemat Energi di Rumah
Hemat energi sudah seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Selain ramah lingkungan, hemat energi dapat menghemat... Selanjutnya...
Gambar
Gereja Berusia 115 Tahun Disulap Jadi Tempat Tinggal
Transformasi gereja menjadi hunian, dewasa ini sudah sering dilakukan terutama di negara-negara Barat. Kini giliran... Selanjutnya...
Gambar
China Sedang Membangun Galeri Seni Paling Mewah se-Dunia
Seandainya deret hitung dan deret ukur di dunia ini dalam kondisi paralel, mungkin China akan memproduksi proyek... Selanjutnya...
Gambar
Ajaib, Rumah Mungil Ini Berdiri di Atas Sungai
Ajaib. Satu kata yang pas untuk menggambarkan bangunan rumah mungil ini. Dibangun di atas batu dan terletak di tengah... Selanjutnya...
Gambar
Cara Menghitung PK AC yang Sesuai
Begitu banyak pilihan fitur yang ditawarkan dari berbagai tipe AC, mulai dari hemat listrik hingga fitur yang dapat... Selanjutnya...
Gambar
Langkah-langkah Mengubah HGB Jadi SHM
Tanah dengan status sertifikat hak guna bangunan (HGB) bisa ditingkatkan statusnya menjadi sertifikat hak milik (SHM)... Selanjutnya...
Gambar
Ruang Bermain Bisa Mengasah Keterampilan Anak Anda
Lahan yang sempit jangan menjadi penghalang untuk membuat ruangan bermain si kecil. Dengan desain yang tepat, buah hati... Selanjutnya...
Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version