Menjalankan empat unit usaha sekaligus tentunya dibutuhkan ekstra ketekunan, kerja keras, dan fokus dalam pekerjaan. Hampir semua pengusaha pasti menginginkan usaha yang dijalankannya terus berkembang.
Tentu saja, tak ingin perusahaan mereka bangkrut dan hancur. Ya, adalah Suharsono pebisnis properti yang tengah sukses membangun jutaan perumahan di wilayah Jateng. Direktur dari PT Bangun Karya Utama ini merintis usaha bermula sebagai pengembang dengan modal pas-pasan.
‘’Masa krisis tahun 1995, saya memberanikan diri membeli tanah dan membangun perumahan tipe kecil hanya dengan modal Rp 60 juta saja. Itupun biaya membangun rumah saya peroleh melalui utang dari bank. Semuanya saya mulai benar-benar dari nol,’’ kata Suharsono, baru-baru ini.
Selama menjalankan usaha, selama setahun Suharsono harus menaiki angkutan. ‘’Jadi pengembang tapi naik angkutan,’’ ujarnya. Berkat keberaniannya dan tekad yang kuat, suami dari Valentina Adin Hayuningtyas ini kala itu sangat optimistis dan yakin perumahan yang dia bangun di Dawung Permai Magelang ini akan diminati masyarakat.
Benar saja, belum selesai digarap, banyak konsumen tertarik untuk membeli perumahan tersebut. Beberapa perumahan yang telah dibangun Suharsono semuanya diminati konsumen. Di antaranya perumahan Gerbang The Laguna Residence, Graha Asalia, Griya Gardenia, dan Metro Sejahtera.
Menurut pria kelahiran Madiun, 4 September 1967 ini menjalankan empat unit usahanya sekaligus tidak mungkin berjalan tanpa dukungan dan bantuan dari seluruh tim dan karyawannya. Saat ini dia memiliki 120 karyawan. Prinsipnya adalah kepercayaan, sebab Suharsono memiliki kemampuan yang terbatas jika menjalankan usahanya sendirian.
Lulusan Ekonomi Akuntansi STIE YKPN Jogja ini selalu menanamkan keberhasilan adalah capaian dari sikap tanggung jawab yang telah dilakukan seseorang. Kejujuran, berani dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. ‘’Banyaknya unit usaha yang dijalankan memacu saya berekspansi pasar." (*/SM)