Saat Anda berniat menjual rumah, tentunya Anda mengharapkan harga yang tinggi. Untuk mendapatkan harga tinggi, Anda perlu memperhatikan sejumlah faktor yang bisa menyebabkan harga properti dapat merosot tajam. Berikut beberapa faktor yang membuat harga rumah turun: 1. Rawan banjir Musim hujan sering membuat beberapa daerah rawan banjir tergenang limpahan air. Merosotnya nilai jual rumah tergantung dari sejarah banjir yang pernah dialami serta bagaimana langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mencegah musibah tersebut terulang kembali. 2. properti tidak terawat Jangan pernah merawat dengan asal-asalan berbagai properti seperti taman, cat tembok, talang air, atau selokan yang terletak di depan rumah. Sebab, perawatan yang buruk bisa membuat calon pembeli potensial ragu-ragu untuk membeli. Selain itu, menurut para ahli, kondisi properti yang buruk bisa menurunkan harga rumah sekitar 5 persen dari nilai properti. 3. Sejarah buruk Sebuah rumah yang memiliki sejarah buruk, misalnya pernah terjadi pembunuhan di sana, bisa mengalami penurunan harga jual. Bahkan, menilik kemungkinan terburuk, sebuah rumah bisa tidak kunjung laku karena takhayul miring yang ada. 4. Selera buruk Selera serta proses pengerjaan bangunan yang buruk juga bisa menggerus nilai jual rumah. Misalnya bangunan konservatori yang tidak terawat, atau berbagai perubahan semi permanen yang tidak selaras dengan selera saat ini. 5. Kriminalitas tinggi Tingginya tingkat kriminalitas seperti pencurian atau perampokan di lingkungan sekitar rumah juga berakibat buruk terhadap nilai jual properti. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengusahakan perangkat keamanan tambahan seperti kunci ekstra di setiap pintu dan jendela, serta memasang alarm antimaling. (*/AS)
Menentukan Jendela Rumah Pengadaan jendela pada rumah membutuhkan pemikiran mendalam. Jenisnya dipilih berdasarkan letak, ukuran, desain, cara... Selanjutnya...