Jumlah telepon pintar terus melejit setiap tahun. Strategy Analytics(SA), lembaga riset pasar di Amerika Serikat, menyebut, total jumlah smartphone di dunia akhir 2012 mencapai lebih dari 1,08 miliar! SA meramal jumlah itu bisa menggelembung menjadi dua miliar unit, dua tahun lagi.
Di Indonesia, ada 27 juta unit smartphone yang beredar, dengan berbagai variasi sistem operasi. Ada iOS,S, sistem operasi milik Apple. Lantas, ada juga Android, BlackBerry, dan sistem operasi Windows. Nah, kebutuhan aplikasi untuk ponsel pintar membuka peluang bisnis yang cukup menggiurkan.
Bentuk aplikasi smartphone bisa bermacam-macam. Mulai dari aplikasi untuk utilisasi, penopang produktivitas kantor, edukasi, sampai berbagai macam jenis game menarik. Agate Studio (www.agatestudio.com) merupakan contoh dari sekian banyak perusahaan yang menenggak untung dari bisnis pengembangan aplikasi ponsel.
Total omzet perusahaan berbasis di Bandung ini menyentuh Rp 400 juta–Rp 500 juta per bulan. Shieny Aprillia, Co-founder dan Chief Operating Officer (COO) Agate Studio, bercerita, perusahaannya fokus ke aplikasi-aplikasi game ponsel, game perambah, dan media sosial, serta menerima pesanan pembuatan game dari pihak ketiga. “Kebanyakan mereka juga para pengembang aplikasi game ponsel,” ujar dia seperti dilansir Kontan.co.id.
Agate Studio sudah memproduksi lebih dari 120 judul game. Produk-produk tersebut diproduksi oleh 75 karyawannya. Harga satu game bervariasi antara Rp 100 juta–Rp 400 juta. (as)