Ciputra Entrepreneurship

Ciputra Entrepreneurship

Petuah Bisnis dari 10 Entrepreneur Kawakan

29 Oct 2011 Hits : 3,315

Untuk seorang entrepreneur terutama yang baru memulai, sangatlah penting untuk berinvestasi tidak hanya dengan dana tetap juga pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan peningkatan kualitas pibadi  secara menyeluruh.  Dan untuk itulah Anda harus pintar-pintar memilih siapa yang menjadi teman dan mentor Anda karena sebagian besar yang membentuk diri Anda sebagai entrepreneur ialah orang-orang di sekeliling Anda.

Namun, jika Anda merasa tidak memiliki banyak teman apalagi mentor yang tepercaya, membaca buku dan literatur lain seperti blog atau situs yang kredibel merupakan sebuah solusi alternatif untuk membentuk pribadi entrepreneur tanpa harus repot-repot memilih teman dan mentor dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini merupakan sepuluh tips dai 10 pebisnis veteran yang dikumpulkan oleh Neil Patel yang menurutnya sangat inspiratif dan penting bagi entrepreneur pemula.


“Tidak ada yang namanya taruhan yang aman” (David Niu - menjual sebuah perusahaan kepada aQuantive dan juga salah seorang pendiri BuddyTV)
Jangan terlalu mudah percaya dengan sebuah tawaran bisnis yang terdengar atau terlihat menggiurkan dan sangat menguntungkan . Biasanya tawaran itu diberikan kepada orang lain termasuk Anda, bukan karena alasannya menguntungkan (karena jika memang sudah 100% benar, orang yang memberitahu Anda pastinya tidak akan mau memberitahu Anda dan berinvestasi sendirian saja). Alasan utamanya lebih untuk mendistribusikan risiko yang mereka akan hadapi dalam berinvestasi di sana. Dengan kata lain, jika tidak berhasil, plaing tidak kerugian mereka tidak sebesar saat sendirian.

“Bersikaplah mandiri dan proaktif” (Jeremy Schoemaker - menjual sebuah perusahaan ke MediaWhiz dan menghasilkan laba $132.994.97 dari Google per bulannya)
Pertahankan diri Anda sendiri dan janganlah takut dan ragu untuk menghadapi orang lain. Jika Anda membiarkan orang menekan Anda, Anda hanya akan lelah dan muak. Membiarkan diri untuk ditekan memang bisa ditoleransi pada awalnya namun jika intensitasnya makin tinggi dan lama, tidak ada jalan lain selain bersikap asertif karena risikonya ialah Anda dan bisnis Anda akan terpengaruh secara negatif dari tekanan ini. Tegaslah pada diri Anda sehingga tidak terus menerus ditekan oleh orang lain.

“Anda tidak perlu memulai usaha untuk menjadi sukses” (Ben Huh - membeli I Can Has Cheezburger)
Bagi entrepreneur yang berpikiran praktis, mendirikan sebuah usaha dengan tujuan menjadi entrepreneur sukses merupakan hal terakhir dalam otak mereka. Jika Anda berpikiran lebih praktis dan pragmatis, nasihat Ben Huh pastinya akan Anda amini. Cukup dengan survei dan meneliti usaha apakah yang sedang bekembang pesat sekarang tetapi sedang mengalami kekurangan modal, Anda bisa berinisitaif membeli usaha potensial tersebut dan kemudian mengembangkannya dengan lebih inovatif sehingga akan lebih menguntungkan di masa depan.

“Jika Anda mau tetap menghasilkan uang, Anda juga harus tetap menghabiskan sebagian untuk diri sendiri” (John Reese - bapak email marketing dan pemilik Lamborghini)
Logikanya sederhana saja, Anda terus menerus bekerja dan menabung, tetapi Anda melupakan diri sendiri. Anda terlalu ketat dengan rencana keuangan yang sudah disusun hingga tidak ada celah bahkan untuk sedikit menyenangkan diri Anda sendiri. Kendurkan kendali ketat itu sejenak dan belanjakan sebagian uang yang Anda susah payah dapat itu secara proporsional. Secara psikologis, ini kana menimbulkan efek yang baik karena bagaimanapun seorang entepreneur juga berhak untuk menikmat hidup. Kerja keras bukanlah tujuan tetapi alat untuk mencapai kebahagiaan.

Hanya karena Anda punya uang, tidak berarti Anda bisa menghambur-hamburkannya (Andy Liu - menjual sebuah perusahaan ke aQuantive dan merupakan salah seorang pendiri BuddyTV )
Jika  usaha Anda masih dalam tahap perkembangan, agaknya terlalu dini untuk dapat berbelanja dengan leluasa apalagi menjadi boros.  Bagaimanapun juga berhemat ialah satu-satunya hal yang harus Anda lakukan selama fase ini. Kekurangcermatan dalam pengelolaan keuangan hanya akan membuat usaha Anda sulit berkembang.

“Mengumpulkan modal patungan lebih sulit daripada disambar petir” (Guy Kawasaki - penulis, entrepreneur, dan investor malaikat)
Seorang penanam modal yang bersedia memberikan modal pada usaha baru yang penuh risiko biasanya tidak mengerti mayoritas investasi yang dibawa ke hadapannya. Namun jika Anda dapat membuat investor itu berpikir bahwa mereka dapat menyumbang sesuatu pada perusahaan Anda dan bila Anda dapat menunjukkan perkembangan usaha Anda, investor pasti akan merasa kecewa jika tidak menananmkan modal ke usaha Anda.

“Tidak ada salahnya menjadi yang terakhir” (Alex Algard - investor dan pendiri WhitePages.com)
Apabila Anda melewatkan sebuah peluang, siapa peduli, masih ada banyak peluang di luar sana. Lihat siapa lagi yang terlibat dan pertimbangkan dengan masak sebelum mengambil sebuah tindakan dan memutuskan terikat pada sebuah komitmen.

“Tetap terpantau tidak selalu buruk” (Edward Yim - menjual perusahaan kepada Marchex dan mendirikan sebuah perusahaan yang telah beroperasi diam-diam selama bertahun-tahun)
Kuncinya ialah keseimbangan. Menjadi sumber pemberitaan dan buah bibir mungkin memberikan efek yang bagus bagu usaha Anda. Namun, ada kalanya publikasi hanya akan membuat persaingan menjadi lebih ketat dan tajam. Ada baiknya tetap bekerja secara diam-diam dan mencetak untung meski tidak banyak orang yang tahu apa yang sedang Anda kerjakan.

“Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya” (Geoff Entress - memperoleh jutaan dengan berinvestasi dalam banyak perusahaan yang diakuisisi atau berubah status menjadi ‘go public’)
Tanpa memedulikan status atau atribut yang menempel pada seseorang, jangan ragu untuk sekedar mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah seseorang dan responlah keluh kesah itu. Jangan menghakimi siapapun terlalu cepat karena Anda tidak tahu bagaimana orang itu di masa depan. Ada kemungkinan ia bisa menjadi jauh lebih baik daripada kita.

“Tirulah jejak langkah orang sukses” (Mr. C - berinvestasi lebih awal dalam sebuah perusahaan yang telah go public  )
Menjadi seorang peniru bukan serta merta dicap buruk. Sebagai entrepreneur, tidak ada salahnya Anda meniru apa yang sudah dikerjakan entrepreneur lainnya yang sudah lebih dahulu mencapai puncak kesuksesan. Dengan meniru apa yang mereka kerjakan, Anda memperbesar peluang untuk menjadi sukses seperti mereka. Perbaiki kelemahan-kelemahan yang orang-orang sukses tersebut dan miliki kelebihan dari yang mereka punyai. Dengan begitu, Anda akan menjaid lebih sukses dari mereka.(*Akhlis)