Ciputra News



jasa

Startup Weekend 2011 part 12
Startup Weekend 2011 part 12read more
 
PEMBUKAAN MOU MTM-UCEC
PEMBUKAAN MOU MTM-UCECread more
 
Pidato Menkop UKM dalam...
Pidato Menkop UKM dalam...read more
 
Marketing Strategy by Philip Kotler
Philip Kotler share his marketing strategy to win competition.read more
 
The Marketing Mix with Byrne Murphy
In "The Marketing Mix", Darden School of Business alumni in the marketing field give answers to...read more
 
What is Marketing?
How to do marketing the right way! Thoughts on how to make more money in your business by Tom Bellread more
 
Banner
Banner
Banner
edukasitop
Membedakan Tingkat Bunga dan Tingkat Diskonto Hits : 12414 PDF Cetak E-mail
Senin, 09 Agustus 2010 07:31
Dalam pasar keuangan, kita mengenal dua istilah yang mirip tetapi tak sama yaitu tingkat bunga yang sering dinotasikan dengan r atau i dan tingkat diskonto dengan notasi d atau k.

bungaTanpa memahami keduanya, Anda mungkin tidak dapat memilih produk investasi mana yang lebih menarik.Anda juga akan bingung ketika membaca surat kabar yang memberitakan The Fed menurunkan suku bunganya menjadi 0,25% p.a., sementara tingkat diskontonya menjadi 0,75% p.a. misalnya.

Perbedaan utama antara keduanya adalah tingkat diskonto digunakan untuk produk keuangan jangka pendek seperti treasury bill (T/B), sertifikat deposito, promissory notes,dan commercial paper (CP). Produk-produk pasar uang ini biasanya jatuh tempo dalam 30 hari sampai 90 hari dan maksimal 270 hari. Produk-produk ini biasanya dijual pada harga diskon sehingga disebut efek dijual dengan diskon atau discount securities. Sementara itu, tingkat bunga umumnya digunakan untuk produk keuangan jangka menengah dan jangka panjang termasuk produk-produk pasar modal (saham dan obligasi).

Namun demikian, tingkat bunga dapat juga digunakan untuk jangka pendek. Di pasar uang, perbedaan penggunaan tingkat bunga dan tingkat diskonto untuk jangka pendek adalah yang satu menghitung dan membayar bunganya di belakang (tingkat bunga). Sedangkan jika tingkat diskonto yang digunakan, bunga dibayar atau dipotong dimuka yaitu pada saat terjadinya transaksi perdagangan. Misalkan pada tanggal 1 Januari 2011 seseorang menaruh uang Rp100 juta dalam deposito tiga bulan dengan tingkat bunga bersih 8% p.a. dan bunga dihitung dengan basis 30/360. Saat jatuh tempo (1 April 2011),uangnya akan menjadi Rp102 juta karena mendapatkan bunga 2% (8% x 3/12). Artinya yield yang diperoleh adalah 2% per 3 bulan atau 8% p.a.

Jika dia memilih produk pasar uang dengan tingkat diskonto 8% p.a. untuk periode waktu yang sama, maka yang dibayar di awal adalah 98% atau Rp98 juta. Pada saat jatuh tempo 3 bulan kemudian,dia akan menerima 100% (Rp100 juta). Yield yang diperoleh adalah 2,04% yaitu (2% / 98%) per 3 bulan atau 8,16% p.a. Yang satu membayar 100% untuk mendapatkan 102%, yang lainnya membayar 98% untuk memperoleh 100% untuk periode waktu yang sama. Besar bunga yang diterima untuk keduanya sepertinya sama yaitu 2%, tetapi yield-nya berbeda yaitu 8% p.a.dan 8,16% p.a. Pencarian yield produk pasar uang seperti treasury bill (T/B) menjadi sangat mudah jika kita menggunakan excel yaitu dengan mengetikkan ’=tbillyield(”1 January 2011”,”1 April 2011”,98)’ di salah satu sel dan enter.

Angka 98 adalah harga pembelian (dalam persentase), dan penghitungan bunga untuk T/B selalu menggunakan basis aktual / 360.Excelakan memberikan angka yang sama yaitu 8,16%. Aplikasi lain dari tingkat diskonto adalah untuk menghitung harga wajar dari sebuah discount security. Misalkan sebuah bank menawarkan tingkat diskonto sebesar 6% bersih p.a. untuk sertifikat deposito yang berjangka waktu 6 bulan (1 April – 1 Oktober 2011). Berapakah harga wajar yang harus dibayarkan seseorang untuk sertifikat deposito yang bernilai Rp100 juta? Untuk mendapatkan harga yang harus dibayarkan, kita cukup menghitung besar diskon yang akan diterima deposan. Harga yang dibayarkan adalah nilai nominal saat jatuh tempo dikurangi besar diskon ini.

Apa bedanya hitungan diskonto di atas dengan diskon di pasar barang dan jasa seperti di mal dan plaza? Bedanya diskon di pasar barang dan jasa dengan diskon di pasar keuangan ialah adanya variabel waktu (t) untuk diskon produk keuangan dan tidak ada variabel ini untuk diskon barang. Besar diskon untuk barang-barang yang dijual di mal adalah harga produk dikali tingkat diskon.

Sementara untuk produk keuangan, besar diskon adalah nilai nominal (S) x tingkat diskon (d) x waktu (t). Secara matematika,harga produk keuangan adalah nilai nominal saat jatuh tempo – diskon atau P = S – (S.d.t). Karenanya, diskon dari sertifikat deposito bank di atas adalah Rp100 juta x 6% x 6/12 = Rp 3 juta dan harga wajar yang dibayarkan deposan adalah Rp97 juta.Dengan excel, kita cukup mengetikkan ’=pricedisc(”1 April 2011”,”1 October 2011”,6%,100,0)’ untuk mendapatkan angka yang sama. Angka 0 dalam kurung adalah kode untuk penghitungan bunga berbasis 30/360. Dalam praktiknya, banyak bank menghitung bunga atau diskon berbasis aktual/365 dan ada pajak atas bunga sebesar 20%.

Dibandingkan dengan tingkat bunga,tingkat diskonto yang sama besar lebih menarik untuk deposan. Karenanya, beberapa bank menawarkan tingkat diskonto sedikit dibawah tingkat bunga agar membuatnya ekuivalen atau sama menariknya. Kita tentunya bisa menghitung tingkat bunga (r) yang ekuivalen dengan tingkat diskonto tertentu (d) untuk periode tertentu atau menghitung d yang ekuivalen dengan r tertentu untuk periode tertentu. Dalam contoh T/B di atas,untuk d sebesar 8% p.a.dan periode 3 bulan, r yang ekuivalen adalah 8,16%. Jika sertifikat deposito di atas dikatakan memberikan tingkat bunga 6% p.a., maka perhitungan untuk mendapatkan harga menjadi berbeda yaitu P = S / (1 + r.t).

Ini adalah persamaan untuk menghitung harga P dari nilai akan datang S, dengan menggunakan tingkat bunga sederhana (simple interest) r. Untuk kasus ini, P = Rp100 juta / (1 + 6% x [6/12]) atau Rp100 juta / (1 + 3%) yaitu Rp97.087.379. Karena persamaannya berbeda, hasilnya juga berbeda. Untungnya, untuk mencari NPV (net present value) sebuah proyek dan penghitungan harga produk keuangan jangka panjang yang biasanya diperdagangkan di pasar modal, tidak ada dua cara penghitungan berbeda seperti di atas. Dalam menghitung harga wajar saham, misalnya, tingkat diskonto atau tingkat bunga atau yield atau required rate of return berarti sama.

Hanya ada satu persamaan yang dapat digunakan yaitu persamaan menghitung PV dengan menggunakan bunga majemuk (compound interest) i yaitu PV = FV / (1 + i)n.

*) Budi Frensidy, Penasihat Investasi dan Penulis Buku Matematika Keuangan
 


Another articles:


Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version