Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
Entrepreneur Internasional
Redam Ekstremis Lewat Musik PDF Cetak E-mail
Kamis, 15 April 2010 15:56
Tren kembalinya manusia ke dunia spiritualitas tengah menggema. Sami Yusuf tampil memenuhi dahaga spiritualitas melalui musik rohani.

sami_yusuf-kredit-photobucketSami menggabungkan lirik lagunya dalam bahasa Inggris, Arab, dan Turki dengan instrumen Barat dan Timur Tengah. Dalam lagunya, dia memasukkan unsur spiritualitas yang dianggapnya sudah lama hilang. ”Dunia seni telah dibajak oleh lingkungan komersial. Itulah mengapa kita mengalami kevakuman dalam memproduksi seni positif dengan pesan-pesan positif yang mempromosikan nilai-nilai kebajikan,” imbuhnya seperti dikutip Reuters. Dia juga mengaku bukan seorang ulama yang sering menyuarakan kebajikan. Tapi,dia ingin mengekspresikan perasaan dan pemikirannya melalui musik.

Sami yang tercatat sebagai warga negara Inggris ini dikenal sebagai penganut Islam yang taat. Salah satu dakwahnya adalah melalui baitbait lagu yang sarat dengan pesanpesan dakwah. ”Mereka mampu menemukan agama mereka lebih kuat dibandingkan sebelumnya melalui lagu saya,” ungkapnya.

Bisa dikatakan,Sami ingin mendekatkan para penikmat musiknya dengan Tuhan dan agamanya. Memang menikmati lagu-lagu Sami Yusuf bukan sekadar mendengarkan musik. Di dalamnya terkandung pesan-pesan spiritual yang dalam. Lirik-lirik lagu Sami mampu menggugah hati dan pikiran para penikmat musik.

”Musik adalah bahasa universal yang mampu mempersatukan orang selama ribu tahun dan itu akan terus berlanjut,” paparnya. Dia mengatakan warga muslim sangat memerlukan anutan atau suri teladan dari kalangan mereka sendiri. ”Di Barat,kita tidak mempunyai pesohor Islam yang cukup yang akan membuat minoritas Islam merasa bangga," ujarnya.

”Semasa ayah saya, kita memiliki Cat Stevens, Malcolm X, Muhammad Ali. Kini Anda lihat, banyak orang yang berpikir: ’Islam. Ah,Osama bin Laden.’ Anda saksikan sejumlah pemuda bingung dan boleh jadi merasa kecewa,” paparnya. Sekalipun ditujukan kepada umat Islam di Barat, album pertamanya Al-Muallim (2003) juga dijual secara luas di seluruh dunia Islam.

Judulnya berarti guru dan merupakan rujukan kepada Nabi Muhammad. ”Kami merasa terkejut ketika kami menyadari album tersebut sukses di Mesir. Bahkan bukan hanya di Mesir, tetapi di seluruh dunia Islam,” kata Yusuf.

Dia mengemukakan,karyanya populer di negara-negara Arab karena baik aransemen maupun liriknya menawarkan kepada para pendengar sesuatu yang baru dan berbeda dari musik pop Arab yang biasanya berurusan dengan asmara dan percintaan.

Yusuf mampu memainkan beberapa alat musik, antara lain biola, piano, kecapi Arab.Gayanya kadang-kadang menimbulkan bentuk nyanyian tradisional Islam yang disebut nasyid. ”Genre apa itu? Saya tak tahu. Kami memadukan harmoni Barat dengan mode Timur. Anda akan menemukan banyak pengaruh Turki,Arab,Barat, dan India.Saya ingin memperlihatkan bahwa Islam mewakili populasi yang besar dan berbagai budaya,” katanya. Album keduanya My Ummah (2005). Album itu antara lain berisi lagu Muhammad yang mengutuk aksi kekerasan atas nama Islam.

Adapun album terbarunya adalah Without You (2009). Mengenai musik dalam albumnya, Sami cenderung berhati- hati dalam menggunakan berbagai instrumen. Dia mengatakan, banyakorangmenganggap bahwa musiknya menggunakan banyak instrumen.

”Pada prinsipnya, saya menggunakan instrumen musik itu sebagai penambah keindahan dan menggapai hati penikmat lagu,” paparnya kepada mingguan terkemuka Mesir Al Ahram. Sebenarnya, Sami merupakan penyanyi keturunan Azerbaijan yang lahir dari sebuah keluarga pencinta musik.

Awal mula dirinya mengenal musik adalah melalui didikan sang ayah, seorang penyair sekaligus penggubah lagu yang sudah kondang hingga mencapai papan atas internasional. Sami yang dilahirkan di Inggris tahun 1980 tumbuh dewasa di Kota London.Sejak muda dia telah mempelajari berbagai jenis instrumen.

Lalu berangsur-angsur dia menunjukkan keseriusan untuk mendalami seni musik dan cipta lagu. Penyanyi berwajah tampan itu sempat mengenyam pendidikan musik di beberapa perguruan tinggi, dibimbing langsung oleh para komposer dan musisi ternama dari The Royal Academy of Music di London, sebuah perguruan tinggi musik bergengsi di dunia.

Sejak awal Sami terjun ke dunia musik, dia mulai mencipta lagu, terlebih didukung dengan suara merdu. Dengan demikian, itu memudahkannya dalam menyelaraskan setiap lagu gubahannya. Di samping teori musik yang dikuasai dengan baik, Sami juga mahir dalam memainkan musik ala Timur Tengah.

Maka tak asing kalau kemudian dalam beberapa lagunya kita diperdengarkan dengan musik ala negeri padang pasir. Penguasaan bahasa asing juga menjadi kelebihannya. Sami pun mendendangkannya dengan tiga bahasa: India, Turki, dan Arab, khas dengan alunan musik dari tiap negaranya.

Sami juga kerap hadir dalam acara amal dan penggalangan dana, dari tema krisis kemanusiaan Palestina hingga Sudan. Namun, Sami juga berusaha menjaga netralitas dalam politik. Tak aneh jika dalam setiap lagunya dia menghindari istilah politik. Dengan demikian, dia berusaha menghadirkan Islam yang progresif dengan dimensi baru untuk dihadapkan wacana kekinian.

”Islam yang menghargai seni dan musik.Islam untuk dunia yang lebih indah,” paparnya kepada harian terkemuka Inggris, Guardian. Sami juga tak malu-malu mengkritik isu-isu kontroversial dalam lirik-lirik dan videonya. Dia juga mengkritik pemberontak di Chechnya atas pembunuhan massal Beslan.

Dia juga mengkritik Pemerintah Prancis yang melarang penggunaan kerudung bagi muslimah di negara itu. Dia juga selalu berteriak agar dihentikannya penjajahan terhadap saudara di Palestina. ”Kasus penjajahan Israel atas Palestina telah membuat geram dunia, apalagi kita,” paparnya.

Sharif Hasan al-Banna, pendiri Awakening Records, mengatakan musik-musik yang dikumandangkan Sami mampu menginspirasi para pendengarnya.”Musik Anda (Sami) mampu menggugah hati dan pikiran kami, musik Anda mampu mengubah kami," demikian kata-kata penggemar Sami, seperti yang diungkapkan Sharif.

Stasiun Televisi Al Jazeera menjuluki Sami sebagai raja lagu pop Islami.Albumnya,Al Mu’allim mampu terjual hingga dua juta kopi dan konserkonsernya di Los Angeles, Paris, Damaskus, dan Turki selalu dihadiri ribuan penggemarnya. (Sindo)
 
«MulaiSebelumnya121122123124125126127128129130BerikutnyaAkhir»

Halaman 121 dari 143
Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version