Tomonori Kagaya: Produk Pertama Langsung Masuk 50 Penemuan Terbaik Time
Jumat, 10 Mei 2013 14:43
Kita sudah sampai pada masa di mana teknologi begitu maju sehingga mampu mendeteksi pemikiran konsumen, lebih baik dari apa yang mereka bisa pikirkan.
Itulah yang mendorong entrepreneur Tokyo, Tomonori Kagaya, untuk mendirikan Neurowear, sebuah startup yang menyiapkan diri untuk masa depan di mana pembacaan emosi manusia lebih akurat untuk memberikan konten yang tepat kepada konsumen pada waktu yang benar-benar tepat.
Kagaya bekerja dalam sejumlah proyek, dari game interaktif dengan konsep Augmented Reality hingga proyek musik. Startupnya memunculkan produk pertama yang disebut sebagai Necomimi, sebuah telinga buatan yang bisa bergerak berdasarkan emosi pemakainya. Terlihat konyol tetapi Nocemimi terpilih menjadi salah satu dari 50 Penemuan Terbaik versi Majalah Time.
Kini ia ingin mengembangkan ide itu untuk membuat Mico, sepasang headphone yang memainkan musik yang sesuai dengan suasana hati orang yang memakainya.
Sebagai entrepreneur, ia mengakui di samping menjalani rutinitas ia masih menyempatkan diri untuk berjejaring. “Saya meluangkan waktu untuk menuangkan sejumlah ide baru yang muncul dalam berbagai diskusi. Lalu mengobrol mengenai ide-ide dengan anggota tim dan mulai membangun konsep,” tutur pria yang menyukai kegiatan melancong ke tempat baru dan berjalan-jalan ini.
Menurut Kagaya, sesuatu yang membuat entrepreneur sukses adalah konsep baru yang dihasilkan secara teratur. Dan konsep itu bisa datang dari mana saja, termasuk dari kegiatan sehari-hari yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis.
Kagaya mengakui pentingnya data pengguna. Sebelumnya ia tak pernah memikirkannya. Padahal jika disimpan dengan baik, data tersebut akan banyak bermanfaat untuk membantu pengembangan produk.
Dengan visinya, Kagaya bercita-cita untuk terus mengembangkan pengalaman dalam mendengarkan aspirasi pelanggan. “Kami ingin menyaksikan sejuta orang lebih di luar sana menggunakan layanan Mico. Untuk membuatnya, kami akan terus menciptakan headphone baru dan membangun database musik yang peka terhadap perubahan syaraf dan suasana hati manusia yang memakainya,” imbuhnya. (SW/*Akhlis)