Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
Robin Li: CEO dan Guru Internet Paling Tersohor di China Hits : 1067 PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 Juli 2012 16:04

CEO Baidu, Robin Li, beberapa waktu lalu disebuah sebagai CEO paling tenar di China. Tak hanya itu, Li juga dinobatkan sebagai salah satu sosok panutan di dunia Internet yang juga termasyur dengan kekayaannya yang fantastis.


Robin Li dikneal juga sebagai salah satu pendiri sekaligus pemimpin perusahaan mesin pencari Internet terbesar di negeri tirai bambu, Baidu.Li bertengger di daftar bergengsi entrepreneur Internet tersohor bersama dengan figur-figur terkenal seperti Jeff Bezos (peringkat 1), Larry Page (peringkat 2), Sergey Brin (peringkat 3) dan Mark Zuckerberg (peringkat 4). Li berhasil menyabet peringkat kelima sebagai entrepreneur Internet terkaya di dunia dengan kekayaan bersih yang mencapai 10,2 miliar dollar AS.


Inilah sepenggal berita unik dari Robin Li. Li pernah memegang posisi pengembang program software untuk edisi online Wall Street Journal dan dari sanalah Li mulai mengalami ketertarikan besar terhadap mesin pencari Internet. Kemudian ia melakukan banyak inovasi dengan menganalisis popularitas tautan laman web dengan menggunakan banyaknya situs yang tertaut ke laman yang bersangkutan sebagai patokannya dan ia menamakannya sebagai metode pencarian “analisis tautan” atau link analysis.
CEO Baidu Robin Li berbicara di depan peserta Baidu World Conference di Beijing

Jadi bagaimana Li mendirikan Baidu? Setelah menghabiskan waktu hampir 10 tahun di AS, Li pindah ke China di tahun 2000 dan mendirikan Baidu dengan temannya. Setelah itu, Baidu masuk daftar Nasdaq di tahun 2005. Anda mungkin tak tahu, nama “Baidu”, secara harafiah bermakna “100 kali”. Kata ini ditemukan dalam sebuah puisi China klasik berusia 800 tahun yang berkisah mengenai pencarian “kecantikan yang mengalami kemunduran”. Dan inilah bagian yang paling menarik, Robin Li memiliki kantor pertama di sebuah kamar hotel Peking University.

Bagaimana pula Li menjadi salah satu sosok berpengaruh di dunia maya? Li berhak menyandang status itu karena melakukan inovas yang tak pernah dilakukan Google. Anda mungkin ingat bagaimana Google membuat gusar banyak orang dengan menolak sensor dalam mesin pencarinya di China. Inilah yang menjadi titik balik bagi Baidu: saham Baidu, bersamaan dengan aset kekayaan Li, melambung tinggi di tahun 2010 setelah Google keluar dari pasar China awal tahun 2010. Dan kini, Baidu memiliki 78% pangsa pasar mesin pencari di China dan Baidu telah menjadi mesin pencari yang memiliki titik lemah dalam aspek pembajakan tetapi kuat dalam hal sensor.Inilah kunci sukses Baidu utnuk bertahan di pasar China, negara yang menggabungkan ekonomi kapitalis dan politik komunis otoriter.

Tak heran jika Li dikenal sebagai sosok menonjol dengan kemampuan mengalahkan dominasi Google di pasar Internet China dan entrepreneur Internet lainnya perlu mengetahui sepak terjangnya. (*AP)

 


Another articles:


Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version