Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
Sosial
Andrew Carnegie, Pengusaha yang Peduli Pendidikan PDF Cetak E-mail
Rabu, 10 Maret 2010 10:05
Andrew Carnegie merupakan seorang industrialis, pengusaha, dan dermawan terbesar Amerika yang lahir di Dunfermline, Skotlandia, pada 25 November 1835. Usia dia baru 13 tahun saat bersama orang tuanya berimigrasi ke Amerika Serikat.

Andrew_CarnegieSebagai salah satu dari kelompok kecil penguasa bisnis Amerika yang paling terkenal di peralihan abad XIX ke XX, Carnegie kerap dipandang sebagai orang terkaya kedua dalam sejarah setelah John D. Rockefeller.

Di Amerika, Carnegie kecil mengawali karier dengan bekerja 12 jam sehari, enam hari seminggu, di sebuah pabrik pemintal kapas di Allegheny dengan gaji 1,25 dolar AS per minggu. Belakangan, dia jadi operator telegraf sebelum memulai berinvestasi di perusahan industri rel kereta api, sumur minyak, dan produksi baja. Setelah Perang Sipil Amerika berakhir, dia mendirikan perusahaan baja, the Carnegie Steel Company. Usaha baja ini menjadi awal keberuntungannya.

Pada dekade akhir abad ke-19, perusahaan baja merupakan bidang industri terbesar dan paling menguntungkan di dunia. Pada 1899, perusahaan Carnegie bahkan mengontrol sekitar 25 persen produksi besi dan baja di Amerika dan mengukuhkan namanya sebagai salah satu "industrialis besar" Amerika.

Namun, saat perusahaannya masih meraup untung besar, tahun 1901 dia menjualnya ke J.P. Morgan seharga 250 juta dolar ASĀ  dan pensiun. Carnegie merupakan kisah sejati kebangkitan seseorang dari miskin jadi kaya dan merepresentasikan perwujudan impian Amerika.

Setelah pensiun, Carnegie mewakafkan hidup dan kekayaannya untuk proyek-proyek filantropis berskala besar. Perhatiannya di bidang pendidikan, misalnya, diwujudkan dengan mendirikan atau membantu pendirian sejumlah universitas seperti Universitas Birmingham di Inggris dan Universitas Carnegie Mellon di Pennsylvania, AS.

Pada 1905, dia memberikan dana pensiun untuk para professor di universitas-universitas Amerika. Karena kepeduliannya pada perdamaian dunia, dia menyumbang 1,5 juta dolar AS untuk pendirian gedung Peace Palace di Den Haag Belanda pada 1903 (sekarangĀ  Mahkamah International PBB). (*/ dari berbagai sumber)
 
«MulaiSebelumnya131132133134BerikutnyaAkhir»

Halaman 132 dari 134
Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version