Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
Akademik
Arief Budi Witarto, Insinyur yang Merambah Dunia Migas PDF Cetak E-mail
Senin, 16 Juli 2012 09:05
arif0712Ada titik cerah dalam usaha menggenjot produksi minyak mentah (crude oil) di Indonesia. Arief Budi Witarto, ahli protein lulusan Tokyo University of Agriculture and Technology, Tokyo, Jepang bersama tim Lemigas, berhasil menemukan bakteri yang bisa membantu peningkatan produksi minyak mentah.

“Saat ini sedang diurus patennya oleh Lemigas. Berdasarkan hasil penelitian, bakteri yang kami temukan bisa mendorong produksi minyak mentah dari sumur-sumur produksi,” ujar Arief Budi Witarto.

Diungkapkan beberapa sumur migas yang dioperasikan PT Pertamina akan menjadi pilot project pemanfaatan bakteri ini. Bakteri yang dimaksud oleh Arief, merupakan jasad renik hasil rekayasa protein yang bertugas melepaskan hidrokarbon dari jebakan bebatuan didalam sumur-sumur produksi migas yang sudah lama dipompa. Pelepasan hidrokarbon itulah yang selanjutnya akan memudahkan proses pemompaan minyak bumi ke permukaan.

Sejak beberapa tahun belakangan Indonesia memang dihadapkan pada penurunan produksi minyak mentah. Jika pada tahun 1980-an produksi minyak mentah Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari (bph). Angka ini menurun menjadi sekitar 1,3 juta bph tahun 1990-an. Memasuki tahun 2000-an produksi terus menurun hingga kini tinggal sekitar 930 ribu bph.

Penurunan produksi ini antara lain disebabkan oleh sumur-sumur produksi migas yang sudah tergolong tua (mature) beroperasi. Sehingga mengalami penurunan secara alamiah (natural depletion), karena bertahun-tahun terus dipompa untuk diambil minyak mentahnya. Pada saat yang sama, penemuan lapangan migas baru relatif rendah.

Padahal, di saat produksi minyak mentah menurun, konsumsi di dalam negeri justru meningkat. Baik karena pertumbuhan perekonomian maupun naiknya gaya hidup masyarakat yang antara lain ditunjukan dengan semakin besarnya jumlah mobil dan motor. Alhasil, keuangan negara sering kedodoran untuk subsidi BBM.

Penemuan bakteri yang dilakukan oleh Arief Budi Witarto diharapkan menjadi jawaban atas penurunan produksi minyak mentah tersebut. “PT Pertamina sudah menyatakan kesediaan pendanaan untuk program pemanfaatan bakteri ini pada sumur produksi yang dioperasikan,” ujar Arief yang sering menadapat predikat sebagai ‘Insinyur Protein’ itu.

Kiprah Arief Budi Witarto dalam dunia protein memang membuat kekaguman. Pria kelahiran Lahat, 12 Mei 1971 ini terlibat dalam penelitian yang dipimpin Prof Sode bagi penemuan dan penciptaan protein baru untuk alat pengukur gula darah bagi pengidap diabetes melitus. Alat yang dikenal Test Strip ini memanfaatkan enzim PQQ glucose dehydrogenase.

Doktor lulusan Department of Biotechnology, Graduate School of Technology, Tokyo University of Agriculture and Technology, Tokyo, Jepang ini nyaris tak pernah berhenti berkarya dalam dunia protein dan bakteri. Setelah mudik ke Indonesia, dia melakukan kegiatan ‘berkebun’ protein yang merupakan penelitian dengan pendanaan dari Jerman.

Kegiatan tersebut secara formal dinamakan “Growth Colony Stimulating Factor” (GCSF). Ini merupakan pemanfaatan tanaman tembakau untuk menghasilkan protein GCSF, yaitu suatu hormon yang menstimulasi produksi darah, perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.

“Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui bakteri, begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita dapat cairannya berupa protein,” katanya.

Program yang sudah berhasil ini tengah menunggu pengembangan. Kini Arief yang setiap enam bulan berada di Jepang ini juga terlibat dalam pengembangan pemanfaatan rekayasa bioteknologi bagi kedokteran. Selain pada RSCM, dia juga terlibat dalam tim peneliti di RS Dharmais. “Saya akan mendirikan perusahaan bidang rekayasa protein,” ujar Arief saat ditemui di rumahnya di kawasan Depok Timur. (ris)
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

Halaman 8 dari 46
Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version