Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
Intrapreneur
Pemegang Jabatan Komisaris Terbanyak di Indonesia PDF Cetak E-mail
Selasa, 22 Juni 2010 09:58
erry-firmansyahMau tahu siapa pemegang jabatan komisaris paling banyak di Indonesia? Jawabannya mungkin adalah Erry Firmansyah.

Bekas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia ini punya jabatan komisaris di delapan perusahaan yang berbeda. Yang paling terakhir, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Elnusa Tbk (ELSA) yang diadakan Senin (21/6), mengangkat Erry mengangkat jadi komisaris.

Sebelumnya Erry telah mencatatkan diri sebagai komisaris di PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Benakat Petroleum Enery Tbk (BIPI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Prestasi pria kelahiran Bandung 18 September 1955 ketika memimpin BEI patut diacungi jempol Erry melakukan terobosan besar dengan meninjau kembali keberadaan perusahaan anggota bursa (emiten). Syarat perusahaan untuk masuk bursa dipermudahnya. Asal perusahaan sehat, belum untung tidak apa-apa, yang penting prospektif memperoleh laba. Terobosannya, melesatkan BEI.

Bersamaan itu, dia juga mengincar tak kurang 5.000 perusahaan baru agar mau masuk bursa. Kalau para pengusaha mengandalkan dana untuk pengembangan modal hanya dari jasa perbankan, maka, dana yang didapat sangat terbatas. Padahal, perusahaan anggota bursa yang memiliki kinerja baik akan bisa mendapatkan dana yang tidak terbatas dari pasar modal.

Keberaniaan Erry mengajak ribuan perusahaan masuk bursa didukung oleh kenyataan bahwa masyarakat sesungguhnya mempunyai potensi besar sebagai investor pasar modal. Ada 3,5 juta rakyat Indonesia yang mempunyai pendapatan perkapita setara penduduk Singapura. Dia pun melihat, seliweran mobil-mobil mewah seperti Jaguar, BMW seri 7 maupun Porche menunjukkan ada banyak orang kaya di Jakarta maupun di kota-kota besar lain. Mereka potensial untuk digarap.

Erry bukan orang baru di lingkungan pasar modal. Setelah lulus sarjana akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1981, ia sempat bekerja sebagai akuntan pada kantor akuntan Drs Hadi Sutanto. Selanjutnya pindah ke Grup Lippo dan menjadi direktur tahun 1998.

Setelah berkiprah sebagai pengurus emiten—perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa—Erry kemudian menjadi regulator dari para emiten dengan menjadi Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Ajang pemilihan direksi BEJ diikutinya tahun 2002. Akhirnya, ia terpilih sebagai Dirut BEJ menggantikan Mas Achmad Daniri, hingga dua periode jabatan. Pada masa transisi bursa hasil penggabungan ini, Erry Firmansyah terpilih kembali dalam jajaran direksi pertama BEI.

Pembicaraan mengenai pasar modal juga tidak jauh dari kehidupan Erry dan keluarga besarnya. Erry bukanlah satu-satunya di keluarga Firmansyah yang menjabat sebagai direktur sebuah perusahaan.

Adiknya, Rinaldy Firmansyah, adalah Direktur Utama PT Telkom Tbk yang merupakan emiten berkapitalisasi pasar terbesar di BEI. Adiknya lagi, Evi Firmansyah, baru saja dilantik sebagai Wakil Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN). (*/dari berbagai sumber)
 
«MulaiSebelumnya919293949596979899100BerikutnyaAkhir»

Halaman 97 dari 126
Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version