Move
Close
Lupa nama pengguna?
Lupa Password?
Pendaftaran

mobile-banner-half

jasa

Banner
Banner
Gilang Ramadhan Seriusi Kursus Drum Views :2414 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 23 Agustus 2010 09:04
Banyak anak muda bermimpi bisa menjadi pemusik beken seperti artis ternama idola mereka. Mereka pun menempuh berbagai cara menggapai cita-cita itu. Mulai mengikuti ajang pencarian bakat instan, hingga mengasah kemampuan lewat latihan khusus, seperti kursus musik.

gilang_ramadhanSalah satu yang jeli membidik peluang ini adalah Gilang Ramadhan dan Pra Budi Dharma. Kedua musisi dari band Krakatau yang ngetop di era 1980-an ini mendirikan kursus musik, khususnya kursus main drum.

"Sejak awal 2008, mereka mendirikan Gilang Ramadhan Studio Drummer (GRSD) dan langsung dilempar ke pasar dengan konsep kemitraan," ujar  Hendra, Manajer Waralaba GRSD. GRSD sengaja menjual nama Gilang Ramadhan sebagai ikon. Maklum, semua juga tahu, Gilang adalah salah satu drummer terbaik Indonesia.

Resep ini cukup ampuh. Buktinya, baru berusia satu tahun, GRSD sudah menggaet tujuh mitra yang tersebar ke daerah Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Samarinda. "Kami yakin, kursus musik itu bebas krisis," ujar Hendra berpromosi.

Investasi awal menjadi mitra GRSD cukup gede. Mitra harus merogoh kocek Rp 400 juta. "Itu biaya bagi mitra untuk kerjasama selama enam tahun," ujar Hendra.

Dengan investasi sebesar itu, mitra  berhak mendapatkan peralatan musik  plus drum pad dan studio band. Tak ketinggalan, ada sarana promosi berupa brosur, spanduk, merchandise, dan lainlainnya. "Biaya kemitraan cuma Rp 50 juta, sisanya untuk peralatan dan promosi," jelas Hendra.

Tapi, jangan salah, investasi si awal Rp 400 juta belum termasuk sewa dan renovasi tempat kursus. GRSD mensyaratkan luas ruang yang cukup besar. "Pemilihan tempat minimal harus ruko tiga lantai dan lokasinya strategis. Layout setiap cabang harus sama," beber Hendra. Butuh dana sekitar Rp 250 juta untuk menyewa ruko selama dua tahun plus biaya renovasinya.

Setelah usaha jalan, mitra harus membayar royalty fee 15% dari tiap uang kursus peserta. Mitra juga harus menyetor 20% omzetnya untuk membayar jasa instruktur. GRSD memang memasok semua instruktur untuk mengajar di kursus milik si mitra.

Tapi, mitra juga harus menyiapkan setidaknya lima karyawan buat mengelola tempat kursus di level manajer, administrasi, teknisi, dan pesuruh kantor. "GRSD akan melatih seluruh pegawai sekitar seminggu," jelas Hendra.

Berapa keuntungan yang diraih mitra? "Mitra mendapatkan sekitar 50%-60% dari uang kursus peserta," ujar Hendra. Dengan asumsi pertambahan murid baru sekitar 25-50 orang per bulan, Hendra menjanjikan, paling cepat mitra balik modal di bulan ke-17.

Selain dari uang kursus antara Rp 150.000 - Rp 300.000 per bulan, mitra juga mendapat pemasukan dari biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000 per murid. Selain itu dia juga akan menikmati margin penjualan alat gebuk dan merchandise sekitar 15%.

Joko, mitra GRSD di Solo, mengaku meraup omzet sekitar Rp 70 juta per bulan. "GRSD punya kurikulum berbeda, yakni kursus berbentuk kelas dan punya kegiatan rutin seperti konser untuk peserta," ujar Joko yang membuka usaha kursus ini sejak Maret 2008 lalu.

Saat ini, jumlah siswanya mencapai 400. "Pertambahan siswa baru kitar 20-30 orang per bulan," bebernya. Joko memperkirakan, usahanya balik modal sekitar tiga tahun, lebih lambat dari target. (Kontan)
 


Another articles:


Comments  

 
0 #1 2010-10-09 20:28
alamat ny dmn om,, sya mau kursus...
sya pengen bgt bsa main drum
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2010-2012 Ciputra Entrepreneurship
All right reserved