Wanita adalah pelaku bisnis yang tangguh. Tak ayal, wanita memberikan sumbangan yang signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Namun sayangnya, perkembangan ini masih sering terhambat karena adanya kendala-kendala. Seandainya bisa menemukan jalan untuk melewati hambatan-hambatan ini, tak ayal perekonomian bisa lebih baik. Setidaknya terdapat beberapa poin kendala bagi para wanita untuk mulai berbisnis, yakni: 1. Kodrat Kondisi kodrat wanita untuk melakukan tugas-tugasnya sebagai wanita kadang menghambat mobilisasinya. Wanita memiliki kodrat yang sulit dielakkan. Misal, kondisi siklus menstruasi bulanan yang membuatnya sulit untuk bisa 30 hari beraktivitas, kondisi hamil, lalu menyusui, juga harus menjaga anak. Alhasil, mobilisasi wanita dibandingkan pria bisa dibilang terpaut jauh dan membuat wanita tidak bisa seaktif pria. 2. Peran ganda Peran ganda yang ia harus lakukan di rumah, lalu sekaligus di tempat usahanya, belum lagi jika ia harus mengurus anggota keluarganya yang lain. 3. Kekurangan pengalaman berusaha Tak banyak wanita yang berani memulai langkah karena alasan belum berpengalaman. Padahal, dengan ia berani mencoba dan tak takut gagal, ia akan memiliki pengetahuan lewat pengalaman itu. Contohnya, saat krisis moneter pada 1998, ketika banyak pria yang terkena pemecatan, kegigihan wanita untuk mencari nafkah lewat usaha makin terlihat. Makin banyak wanita yang berani membuka usaha kecil-kecilan untuk menghidupi keluarganya. 4. Kurang percaya diri Yang paling terutama mengapa wanita tidak percaya diri adalah karena kurangnya pengetahuan dan informasi bagi mereka untuk mulai berbisnis. Ditambah lagi karena dari keluarga atau dari orang-orang di sekitarnya tidak mengajarkannya cara untuk berbisnis, dalam hal ini, pengalaman mereka pun juga kurang. Tak heran, wanita seringkali kurang percaya diri. 5. Malas berurusan dengan bank Mulai dari perjalanan menuju bank, lalu berhadapan dan berurusan dengan administrasi saja sudah membuat para wanita enggan untuk mau memulai langkahnya. Belum lagi, ketika ia harus mengajukan pinjaman, ia harus memikirkan agunannya, yang umumnya, tak banyak pula ia miliki. (*/smallbiz/AS)