Sebagai istri pegawai negeri sipil (PNS) dengan gaji yang dirasa tak bisa memenuhi kebutuhan yang semakin besar, membuat Sri Lestari, harus memutar otak untuk mencari tambahan penghasilan.
Perempuan tiga anak itu pun mencoba bisnis pakaian, kelontong, dan beberapa usaha lain. Namun usaha itu tidak berjalan seperti yang diharapkan alias gagal. Ia jatuh bangun dalam membangun usaha. Dan, itu tak membuatnya patah arang.
Hingga akhirnya, istri Pudjianto itu mendapati ada menu tahu bakso yang belum pernah ditemuinya sebelumnya, pada suatu acara. Perempuan berjilbab yang hobi memasak itu lalu mencoba membuat penganan itu sendiri. Secercah harapan muncul. Penganan berbahan tahu dan bakso buatannya disukai.
"Awalnya kami hanya menjual di kalangan teman-teman PKK, atau Dharma Wanita. Lama kelamaan pesanan mengalir, akhirnya kami putuskan setiap hari membuat tahu bakso,’’ kata Sri Lestari, yang akrab disapa Bu Pudji, pemilik Toko Tahu Baxo Bu Pudji yang mulai dibuka pada 1996 itu.
Dia mengatakan, awalnya ia hanya memproduksi antara 100-150 biji. Usaha itu terus berkembang hingga pada 2002 ia mampu memproduksi hingga 1.500 biji. Kini, rata-rata ia menghasilkan sebanyak 10 ribu buah per hari. Bahkan, saat liburan hari raya Lebaran dan akhir pekan mencapai 15 ribu tahu per hari. Omzetnya mencapai ratusan juta per hari.
Meski pesanan cukup banyak ia tetap memperhatikan kualitas bahan baku dan pembuatannya dengan memenuhi standar kesehatan. ”Kami tidak menggunakan bahan pengawet, seperti formalin. Bahkan dalam prosesnya, peralatan maupun pengolahan selalu higienis. Makanya, tahu kami hanya dapat bertahan dua hari saja, kecuali dimasukkan ke lemari es,’’ ujarnya.
Dengan munculnya pesaing baru yang mencapai sekitar 20 usaha, ia mengaku bersyukur. Sebab, usaha tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. "Untuk bahan baku tahu, sejak awal kami menggunakan kedelai impor yang kualitasnya memang bagus dibanding kedelai local. Untuk dagingnya, kami memilih yang berkualitas,’’ tandasnya.
Bisnis usaha yang dibantu sekitar 70 karyawan itu kini berkembang pesat. Selain membuka outlet di Jalan Letjend Suprapto 24 Ungaran, ia juga membuka outlet di Jalan Jenderal Sudirman 156, Langensari atau depan Stadion Wujil, Ungaran.
Untuk satu bungkus tahu bakso goreng berisi 10 biji, ia mematok harga Rp 20 ribu, sedangkan tahu bakso basah yang belum digoreng Rp 18 ribu. Selain tahu bakso, warga Jalan Kutilang 56 Kecamatan Ungaran TImur, itu juga membuat menu lain untuk memanjakan konsumen yang berkunjung ke outletnya.
Bisnis kuliner makanan berbentuk kotak segi empat, di dalamnya ditanam bakso yang gurih, dan semakin enak bila dinikmati dengan cabe rawit hijau itu, tak hanya dinikmati oleh Sri Lestari. (*/Suara Merdeka)