Setiap menjelang perayaan Lebaran dan hari-hari besar lainnya, para ibu rumah tangga pasti akan disibukkan dengan aktivitas membuat kue. Aktivitas itu tentu memerlukan peralatan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, bila peralatan kue di rumah masih kurang memadai, anda bisa mengunjungi Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Di pasar ini terdapat sentra khusus yang menjual peralatan kue yang cukup lengkap.
Tempat peralatan kue ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Seiring berjalannya waktu, pedagang peralatan kue di pasar ini pun semakin banyak. Hingga kini, tercatat sudah ada 20 lapak pedagang, baik di dalam pasar maupun diluar pasarnya. Peralatan kue yang mereka jual sangat beragam. Di antaranya ada loyang kue dengan aneka bentuk dan ukuran, cetakan, sendok adukan, panci, dan oven untuk membuat serta memanggang kue.
Untuk menemukan sentra peralatan kue ini tak sulit. Anda cukup datang ke Pasar Jatinegara yang bisa di akses dari Kampung Melayu ataupun dari daerah Matraman.
Para pedagang kebanyakan menempati areal basement dan sebagian lagi menghuni lapak di luar pasar. Khusus untuk pedagang yang menghuni di basement, lapak dagangannya menyatu dengan tempat jualan bahan kue, makanan ringan, dan bumbu masak. Selain itu ada juga beberapa kios atau lapak pedagang yang menjual kue kering.
Saat itu suasana pasar memang tidak terlalu ramai. Hanya nampak satu dua orang saja yang berbelanja dan memilih produk yang mereka incar. Untuk pedagang sendiri hanya terlihat berdiri sembari memandangi pengunjung pasar yang datang terus menerus, dan silih berganti.
Sebagai contoh Desmawati, pemilik Toko Ibu Eddy di Pasar Jatinegara ini, dirinya mengaku telah berjualan peralatan membuat kue sejak tahun 1993. Peralatan kue yang dijualnya cukup lengkap atau bisa dibilang sangat lengkap bila ditanyakan kepada pelanggan-pelanggan yang sering berkunjung ke Pasar Jatinegara tersebut. Baranga dagangannya seperti aneka cetakan kue, aneka model loyang, mixer, dan open buat pemanggang.
Untuk aneka produk tersebut mempunyai harga mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 400.000 per buah. Dirinya pun mengakui, pelanggannya banyak dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti Bekasi, Pondok Gede, dan Klender. Bahkan banyak juga pedagang yang mengambil produk darinya untuk dijual kembali.
"Kami juga menerima custom atau sebuah pesanan, tetapi dengan harga jual yang pastinya lebih tinggi," katanya.
Namun pada hari biasanya, ia bisa meraup omzet sebesar Rp 500.000 per harinya. Sementara di bulan puasa ini omzetnya bisa naik hingga Rp 2 juta - Rp 3 juta per harinya. "Nanti pada saat 10 hari menjelang lebaran itu akan lebih ramai lagi, mungkin omzet kami bisa melerbih dari angka Rp 3 juta," tutupnya. (*DI)