Bisnis kecantikan merupakan lahan bisnis yang tak pernah habis diekplorasi. Kecantikan dan perempuan seperti mata uang yang saling terkait. Mereka yang concern terhadap bisnis ini, tentunya juga memiliki passion sendiri terhadap dunia kecantikan. Inilah yang dilirik Diana Roberta Rigg. Bagaimana ceritanya?
Diana menghabiskan masa kecilnya di Tangerang. Diakuinya, dia termasuk anak yang tidak bisa diam. Tidak seperti anak-anak sekarang yang banyak menghabiskan waktu dengan mengikuti les, atau main di mal, Diana banyak menghabiskan waktu dengan bermain. Ketika SD dia aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah, begitu pula di SMP dan SMA. ’’Saya senang ikut Pramuka, Palang Merah Remaja, OSIS, dan berbagai macam organisasi,’’ ujarnya lantas tersenyum.
Dididik oleh keluarga yang moderat sangat menguntungkannya. Orangtua Diana tidak hanya berperan sebagai ayah dan ibu, tetapi juga seperti teman bagi anak-anaknya. Hubungan Diana dengan kakak dan adiknya pun sangat dekat. Walaupun sekarang mereka telah berkeluarga, tapi masih sering berkomunikasi dan berkunjung. Kebetulan juga sekarang ada dua adiknya bergabung di DuraSkin Health Group.
Yang menjadi motivasi wanita kelahiran 20 Oktober 1973 terjun ke dunia bisnis kecantikan adalah keinginannya membantu orang lain menjadi lebih cantik, sehat, dan lebih maju. Wanita berambut panjang ini mengaku tak punya latar belakang dalam bidang kecantikan. Namun dengan modal nekad, dia memutuskan terus maju membangun perusahaan distributor produk kecantikan asal Amerika Serikat yang diberi nama DuraSkin.
Diana mengungkapkan, mulanya dirinya tidak pernah berpikir bahwa akan terjun ke industri ini. Karena sebelumnya dia bekerja di perusahaan multifinance sebagai analis, lalu ke perusahaan pialang saham.’’Waktu itu saya masih idealis, ingin masuk ke bidang perkerjaan yang sesuai dengan ilmu di universitas yaitu di bidang finance,’’ kata penyuka warna kuning itu.
Bukan kebetulan jika Diana dapat sukses dalam bisnis yang ditekuninya. Sifatnya yang pantang menyerah dan putus asa merupakan warisan sang ayah. ’’Beliau adalah ayah yang penuh semangat dalam menjalankan pekerjaannya,’’ ucap Anggota Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) ini.
Ibu dari Aleyka dan Abhitama ini memiliki prinsip bahwa dalam berbisnis harus didasari itikad yang baik terhadap semua orang.’’Jadi hubungan dengan setiap orang dapat tetap terjalin dengan baik dan dapat berjangka panjang,’’ jelasnya
Didikan kedua orang tuanya sangat membantu Diana dalam menjalankan usaha ini. Diana pun menceritakan dengan detail bahwa di awal perjalanan karirnya, ia merasa sangat sulit untuk memperkenalkan produknya. Pasar tidak mudah diyakinkan karena ia dianggap masih muda dan minim pengalaman. Sejumlah cara dilakukannya untuk menarik para pelanggan, mulai dari demo hingga presentasi di banyak tempat. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan pun mulai tumbuh di mata para customer, sehingga produk ini dapat diterima di masyarakat.
Hampir 11 tahun umur perusahaannya, DuraSkin sudah berkembang menjadi Grup Usaha Skin Health System dengan lima anak perusahaan yang bergerak dalam bidang klinik kecantikan, supplier kosmetik, supplier mesin, bisnis MLM (multi level marketing), dan nail academy. DuraSkin sendiri saat ini adalah salah satu anak perusahaan Usaha Skin Health, Pelanggannya banyak dari kalangan artis dan pejabat.
Diana merasa bahwa ia sangat diberkahi oleh orang-orang luar biasa di sekelilingnya. Selain keluarga yang sangat mendukung dirinya, ia pun memiliki tim yang solid di bisnisnya. Dengan kerjasama tim yang hebat tersebut, penjualan Skin Health System Indonesia pernah meningkat sebesar 65% pada tahun 2006. Targetnya ke depan adalah membuat Skin Health System semakin bertumbuh dan tetap eksis untuk waktu yang lama. (*/jpnn)