Indrayani Saridewi pintar melirik peluang. Melalui cokelat, dia meraup laba yang lumayan besar. Lihat saja galeri cokelat milik di Surabaya, Jawa Timur. Belakangan ini para pekerjanya tak henti memproduksi cokelat untuk memenuhi permintaan konsumen. "Kalau Lebaran, permintaan cokelat naik hingga 10 kali lipat," katanya.
Di bulan biasa, dia hanya menjual sekitar 5.000 butir cokelat. Kini, penjualannya bisa mencapai 50.000 butir cokelat. Tiap butir cokelat buatan Indrayani berdiameter 3,5 centimeter (cm) dan ketebalan 1,5 cm. Harganya Rp 2.500 sebutir. Artinya, omzet Indrayani menjelangLebaran Rp 125 juta.
Dia memproduksi butiran cokelat yang berbeda dari kelaziman. Indrayani membuat cokelat edible image atau cokelat yang di atasnya bisa dibubuhi berbagai macam gambar. Mulai dari gambar kartun, ucapan selamat Lebaran, logo perusahaan, hingga foto anak, semuanya bisa diaplikasikan di atas cokelat. "Kirim saja gambarnya, nanti akan saya cetak," imbuhnya.
Meski ada gambar di atas cokelat tersebut, Indrayani menjamin produknya tetap aman dikonsumsi. Soalnya, alas menggambar memakai kertas gula. Begitu juga dengan tinta yang memakai tinta khusus makanan.
Pembeli cokelat yang sudah memesan pada Indrayani datang dari berbagai kota. Seperti Jakarta, Batam, Pekanbaru, Aceh, Lombok hingga Papua. Dia mengatakan, sekitar 95% pesanan justru datang dari luar Surabaya. "Kalau pesanan dari Surabaya biasanya datang dari agen yang akan menjual lagi cokelatnya," imbuhnya.
Selain individu, pesanan coklat juga datang dari berbagai perusahaan. Mulai dari perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan, pusat perbelanjaan, perusahaan pariwisata, hingga produsen perhiasan dan pakaian mewah.
Menurut Indrayani, pelanggan korporat biasanya memesan cokelat bergambar logo perusahaan. Sebab, cokelat tersebut akan diperuntukkan sebagai suvenir yang akan dirikimkan ke para kolega. Keunggulannya, kata dia, cokelat ini mempunyai masa kadaluarsa sampai 10 bulan tanpa harus masuk kulkas. (*/Kontan)