Kejelian dan inovasi dalam merambah pasar menjadi faktor penentu di zaman ini. Itulah yang dilakukan Usaha Kerupuk Lele, Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Dari pada menjual lele dengan harga murah, mereka mengolahnya dalam bentuk kerupuk dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.
Awalnya, Nurlan, Ketua Usaha Kerupuk Lele UPPKS prihatin melihat harga jual ikan lele yang hanya dihargai Rp 8 ribu per kilo. Kelompok usaha yang bermukim di Duku II Jorong Bahagia Kecamatan Panti, Pasaman, Sumatra Barat ini mencoba melakukan inovasi dan diversifikasi usaha agar ikan lele ini mempunyai nilai jual yang tinggi. Maka terbesitlah dalam pikirannya, jika ikan lele ini diolah menjadi aneka ragam makanan yang terbuat dari lele tentunya akan memberikan hasil keuntungan yang lebih.
“Saat penen tiba, harga jual ikan lele sangat rendah. Yang ada dalam pikiran bagaimana saat penen penjualan ikan lele ini bisa memberikan keuntungan yang lebih besar. Berawal dari itulah, akhirnya kami mencoba membuat aneka produk olahan berbahan baku ikan lele ini,” tutur Nurlan.
Berkat kegigihan dan ketekunannya, usaha kerupuk lele ini kian berkembang. Jika dulunya usaha kerupuk lele ini beranggotakan sebanyak enam orang pada Januari 2011 lalu, saat ini anggotanya terus bertambah menjadi sembilan orang.
Begitu juga dengan modal awal. Pada saat memulai usaha modalnya berasal dari sumbangan anggota yang hanya sebesar Rp 10 ribu per bulan. Dan berkat kemajuan usaha, sekarang modal kelompok ini mencapai Rp 50 juta.
Dilanjutkan, ikan lele segar itu kemudian diolah menjadi aneka ragam makanan, seperti kerupuk lele, kerupuk sirip lele, keripik ubi, tongkol lele dan lele asap. Produk olahan ini, bernilai jual tinggi jika dibandingkan dijual dalam bentuk ikan segar. Dia mencontohkan, jika 1 kg ikan lele segar dijual dengan harga Rp 8 ribu, maka setelah diolah menjadi kerupuk, harganya bisa mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
Sekarang, produk tersebut telah dipasarkan dan sudah memiliki kemasan lengkap yang disertai merk. Produk inipun kini sudah merambah toko-toko besar di Sumbar seperti Basko Grand Mall dan Plaza Andalas Padang. Omsetnya pun kini telah mencapai puluhan juta.
“Alhamdulillah, kelompok usaha kerupuk lele ini masuk nominasi penilaian pada lomba UPPKS tingkat nasional. Tak disangka, ternyata usaha kerupuk lele ini masuk lima terbaik dalam penilaian UPPKS di Sumbar. Kemarin, kelompok ini dikunjungi oleh tim survey BKKBN Sumbar untuk dinilai. Mudah-mudahan, kita mampu berbicara di tingkat Sumbar,” harapnya. (*/Padang Ekspres)