Haeundae, Perkawinan Efek Visual Hollywood dan Drama Korea
Views :1310 Times
PENJELASAN ilmiah mengenai tsunami di salah satu wilayah pantai di Korea dijabarkan cukup meyakinkan. Sineas asal Korea Yun Je Gyun memotretnya dalam film Haeundae.
Ketika film bencana ini digarap, kesan yang didapat penonton cukup beragam. Berhubung sutradara Yun Je Gyun biasa menggarap film komedi seperti Sex Is Zero dan Miracle on 1st Street, selain drama yang kental, beberapa adegan mempu memicu tawa. Untuk efek visual, Anda akan mendapat tontonan kelas Hollywood.
Untuk urusan ini, Hans Uhlig, kreator efek visual film The Perfect Storm dan The Day After Tomorrow dilibatkan untuk menciptakan gambaran gelombang tsunami di film bencana pertama Korea berbujet 13 juta dollar AS ini.
Hasilnya, Anda akan menyaksikan sebuah tontonan yang menyuguhkan gambaran dahsyatnya bencana tsunami ala Hollywood, dipadukan dengan drama Korea yang rasanya kurang afdal kalau tak bikin air mata penonton meleleh.
Kentalnya drama Korea digambarkan lewat kehidupan beberapa warga yang tinggal di daerah Haeundae, sebuah kawasan pantai di Busan, kota terbesar kedua di Korea. Di mana hidup Man Sik (Sol Kyung Gu) duda beranak satu yang hidup bersama ibunya dengan berjualan makanan di pinggir pantai. Meski pemabuk, ia pria yang takluk pada ibu dan wanita yang dikasihinya, Yeon Hee (Ha Ji Won).
Mulanya Man Sik melindungi Yeon Hee untuk menebus kesalahannya empat tahun silam. Akibat sebuah kecerobohan, ia mengakibatkan nyawa ayah Yeon Hee melayang. Lambat laun, perasaan Man Sik terhadap Yeon Hee berubah jadi rasa sayang, namun ia tak berani mengungkapkan meski Yeon Hee sudah memberi lampu hijau.
Di sisi lain, adik Yeon Hee, Hyeong Sik (Lee Min Ki) yang bekerja sebagai penjaga pantai berhubungan dengan wanita agresif, Hee Mi (Kang Ye Won). Setelah hubungan mereka hampir menuju arah serius, Hyeong Sik dipaksa mundur oleh pemuda yang mengaku tunangan Hee Mi.
Problem lain dialami Kim Hwi (Park Joong Hoon), seorang ahli geologis bermasalah dengan mantan istrinya, Yoo Jin (Uhm Jung Hwa) yang merahasiakan identitas Kim Hwi dari putri kandungnya. Kim Hwi mengamati adanya pergerakan Bumi yang mencurigakan. Gejala alam serupa dengan yang terjadi di Samudra Pasifik pada 2004 sedang terjadi. Gempa yang disusul gelombang laut terjadi di Jepang dan sedang menuju Korea. Bencana tsunami mengancam penduduk Haeundae!
Kim Hwi memperingatkan pimpinan pusat gempa untuk segera memberi peringatan dan mengevakuasi masyarakat Haeundae. Namun perkataannya tak begitu saja dipercaya. Saat itu sedang banyak tamu asing yang hadir di acara Busan Expo. Masyarakat pun sedang asyik menikmati liburan musim panas di tepi pantai. Adanya peringatan resmi dari Jepang menyadarkan pemerintah. Tapi terlambat, gelombang laut setinggi gedung pencakar langit keburu datang memorakporandakan Haeundae.
Saat bencana tiba, saatnya Anda melindungi diri dan orang-orang terkasih. Di situasi mendesak itu, sifat alami manusia keluar dengan sendirinya. Yeon Hee yang marah besar setelah tahu tragedi kematian ayahnya berkaitan dengan Man Sik, tak lagi bisa menutupi perasaan cintanya.
Begitu pula dengan Hyeong Sik saat mengorbankan nyawa demi menyelamatkan Hee Mi dan tunangannya. Adegan penyelamatannya sangat dramatis. Jika butiran air mata Anda belum jatuh di adegan ini, masih ada adegan Kim Hwi menyelamatkan putri dan mantan istrinya yang juga bikin dada sesak.
Tak masalah beberapa tokoh utama di film ini dibiarkan selamat hingga akhir bencana. Toh ini bencana alam, bukan kiamat yang semestinya menghancurkan dunia beserta segala isinya.
Documentary filmmaker Morgan Spurlock examines the subject of male grooming in the age of the metrosexual. Conversations with a diverse array of participants including Will Arnett, Jason Bateman (both of whom also serve as executive producers), Paul Rudd, John Waters, Zach Galifianakis, Judd Apatow, members of ZZ Top and Anthrax, and a variety of fashion experts and sociologists offer colorful insight into the various ways men go about making themselves look presentable. ~ Jason Buchanan, Rovi [more]
Back by popular demand, NCM Fathom and Omniverse Vision bring Andrew Lloyd Webber's The Phantom of the Opera 25th Anniversary Event back to select movie theaters nationwide for a final big screen. Celebrate the 25th anniversary of Andrew Lloyd Webber and Cameron Mackintosh's history-making The Phantom of the Opera with a fully-staged, lavish production, set in the sumptuous Victorian splendor of the Royal Albert Hall. Broadway's longest running show, seen by over 100 million people worldwide, comes to life on... [more]