SUTRADARA Nayato Fio Nuala menggunakan nama asli untuk film karya terbarunya, Affair. Karena dia bangga dengan karyanya kali ini? Bisa jadi. Affair menyuguhkan tema cerita yang cukup kompleks dan terbilang jarang diangkat, khususnya di perfilman Indonesia. Sebuah perpaduan roman dan horor.
Tentang kisah cinta yang berbalut persahabatan, namun cacat oleh affair sehingga mengakibatkan kematian. Sepasang sahabat Reta (Sigi Wimala) dan Santi (Garneta Haruni) melakukan sesuatu atas nama pengorbanan cinta untuk persahabatan, yang justru melahirkan kecemburuan fatal hingga mengakibatkan kematian.
Reta dan Santi yang bersahabat sejak kanak-kanak, sempat berpisah selama beberapa tahun sampai keduanya bertemu kembali di bangku kuliah. Namun pertemuan kembali mereka dalam kondisi yang serba salah. Reta jatuh cinta kepada Daniel (Dimas Aditya), tanpa mengetahui fakta tentang adanya jalinan asmara antara lelaki pujaannya itu dan sahabat baiknya Santi. Lain halnya dengan Santi yang mengetahui pasti perasaan cinta Reta kepada Daniel.
Demi persahabatan, Santi memilih menyembunyikan status hubungannya dengan Daniel. Terlebih setelah diketahui, Reta mengidap penyakit kronis kanker otak dan menurut vonis dokter usianya tidak akan bertahan lebih dari tiga bulan. Dengan kelegawaan hati yang luar biasa, Santi meminta Daniel menerima cinta Reta. Daniel semula menolak, namun akhirnya tidak kuasa menolak permintaan Santi yang dicintainya.
Hanya tiga bulan. Apa sih susahnya? Ya, tidak susah kalau betulan dalam tiga bulan Reta meninggal dunia. Karena yang terjadi justru sebaliknya. Sederet fakta pun kemudian memberondong Santi, yang menyebutkan satu per satu dusta Reta terhadap dirinya. Santi kalap dan nekat membunuh Reta. Memotong-motong mayatnya kemudian memasukkannya ke dalam koper untuk dibuang.
Sayang, di dalam upaya membereskan jejak kejahatannya, justru Daniel ikut menjadi korban dan meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Sedangkan Santi mengalami cedera fatal hingga koma. Keanehan terjadi setelah tragedi. Santi mendadak sehat dan normal, hanya saja dengan perilaku yang ganjil. Hmmm, mulai deh bagian horornya.
Dengan kualitas gambar yang memanjakan mata dan style penyuntingan yang memikat, makin menambah gereget karya kedua Nayato bersama rumah produksi Starvision setelah The Soul (2003).
Back by popular demand, NCM Fathom and Omniverse Vision bring Andrew Lloyd Webber's The Phantom of the Opera 25th Anniversary Event back to select movie theaters nationwide for a final big screen. Celebrate the 25th anniversary of Andrew Lloyd Webber and Cameron Mackintosh's history-making The Phantom of the Opera with a fully-staged, lavish production, set in the sumptuous Victorian splendor of the Royal Albert Hall. Broadway's longest running show, seen by over 100 million people worldwide, comes to life on... [more]