Move
Close
Lupa nama pengguna?
Lupa Password?
Pendaftaran

mobile-banner-half

jasa

Banner
Banner
Shutter Island, Susahnya Jika Pasien RSJ Kabur Views :554 Times PDF Cetak E-mail
bintangshutterMEMANG tak enak bertugas di rumah sakit jiwa. Apalagi rumah sakit jiwa ini terletak di pulau terpencil. Isi rumah sakit itu pun cuma dokter, perawat, serta puluhan pasien. Begitulah yang tergambar dari film Shutter Island, film besutan sutradara Martin Scorsese yang dibintangi antara lain oleh Leonardo DiCaprio, Mark Ruffalo, dan Ben Kingsley.

Suatu hari, ketika ada satu pasien berhasil kabur tanpa jejak, dan tak bisa ditemukan, seorang US Marshall bernama Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) didatangkan. Bersama rekannya Chuck (Ruffalo), Teddy menyelidiki hilangnya Rachel,  pasien wanita yang divonis gila gara-gara membunuh 3 anaknya.

Teddy dan Chuck mengira bisa menuntaskan kasus ini dalam waktu singkat, tapi mereka malah menghabiskan malam di pulau Shutter.

Dr Cawley (Kingsley) menawarkan keramahan dengan mengundang mereka makan malam yang sayangnya berakhir bahkan sebelum mulai.

Teddy mencium gelagat buruk. Ia menduga, ada ketidakberesan. Teddy yakin, ada masalah yang sangat mendasar. Apalagi dari catatan yang ia temukan di kamar Rachel, pasien raib itu menanyakan pasien ke 57. Siapa dia? Tapi Dr Cawley membantah keberadaan pasien tersebut.

Shutter Island berseting tahun 1954. Kamar pasien lebih tampak seperti sel tahanan dengan jeruji besi di pintu. Teddy dan Chuck mengalami saat-saat buruk ketika berada di sana. Terlebih badai datang. Hikmahnya, mereka bisa mengelilingi pulau dan mencari tempat-tempat tersembunyi yang sebenarnya tak diperbolehkan untuk dilihat.

Masa lalu Teddy sulit terpisahkan. Ia sering membayangkan mendiang istrinya, Dolores (Michelle Williams), yang meninggal lantaran kebakaran di tempat mereka tinggal. Konon pemicu kebakaran pun ada di rumah sakit ini.

Di awal film agak lambat, namun Shutter Island makin tegang. Di mana Rachel bersembunyi, apa yang ada di balik aktivitas yang dilakukan Dr Cawley, serta bagaimana Dr Cawley menjalankan aksinya sebagai dokter jiwa yang ingin pasien-pasiennya bisa sembuh, termasuk mengungkap masa lalu Teddy serta identitas Chuck sebenarnya.

Film keempat kolaborasi DiCaprio dan Scorsese ini menegangkan, penuh misteri, dan kelam. Sang sutradara berhasil membangun imej rumah sakit yang menyeramkan, cocok untuk para pasien yang kebanyakan melakukan kejahatan kriminal.

DiCaprio menampilkan sosok Teddy yang penuh masalah dan masa lalu yang kelam. Sangat berbeda dengan Chuck, yang jauh lebih tenang saat menjalani penyelidikan. Kendati Max von Sydow hanya sebentar muncul di layar, namun kehadirannya sebagai psikiater Jerman cukup memicu kegalauan Teddy, dan menerbitkan rasa penasaran penonton.

(ati/gur)

 


Another articles:


Add comment


Security code
Refresh

  • Department
    An elite group of encounter specialists work within the Mumbai Police force to eliminate the underworld. [more]
  • Phantom Week: The Phantom of the Opera
    Back by popular demand, NCM Fathom and Omniverse Vision bring Andrew Lloyd Webber's The Phantom of the Opera 25th Anniversary Event back to select movie theaters nationwide for a final big screen. Celebrate the 25th anniversary of Andrew Lloyd Webber and Cameron Mackintosh's history-making The Phantom of the Opera with a fully-staged, lavish production, set in the sumptuous Victorian splendor of the Royal Albert Hall. Broadway's longest running show, seen by over 100 million people worldwide, comes to life on... [more]
Copyright © 2010-2012 Ciputra Entrepreneurship
All right reserved