KESALAHAN terbesar manusia barangkali hanyalah soal utang. Jika lupa menakar kemampuan untuk membayar, maka ia akan melakukan cara apa pun untuk melunasi tagihan. Halal dan haram pun bisa dikompromikan dengan berbagai alasan.
Arkin (Josh Stewart) tidak berutang, istrinyalah yang dikejar-kejar lintah darah. Ujung-ujungnya, Arkin mengupayakan pelunasan utang dengan mencuri permata di rumah Michael (Reilly Burke), yang pernah mempekerjakannya. Kalau pencurian berjalan mulus sih, tak masalah. Menjadi masalah jika ternyata yang empunya rumah ditemukan bersimbah darah.
Di ruang lain, Arkin menemukan istri Michael, Victoria (Andrea Roth) terikat di bathtub dengan beberapa tusukan. Arkin sadar, ada bahaya yang mengancamnya. Beberapa menit kemudian, terdengar langkah mengendap-endap. Seseorang bertopeng (Juan Fernández) telah menyiapkan permainan mematikan.
Dimulai dengan ranjau tikus yang bertebaran di ruang keluarga, lampu kristal di ruang tamu yang bertatahkan pisau-golok, tangga yang dimahkotai paku runcing, dan masih banyak lagi. Arkin telanjur masuk, bahaya kian mendekat. Sementara pintu dan jendela tak mudah dibuka, tak seperti biasanya.
Horor slasher bertebaran di bioskop kita. Versi lokal maupun made in Hollywood. Setelah dikejutkan dengan Affair tempo hari, satu lagi horor berlinang darah menyusup ke negara kita.
Dilihat dari lokasi, The Collector (TC) terlihat minimalis, kalau tak mau disebut low budget. Lokasinya berkutat di rumah penjagalan, pelataran, jalanan dekat rumah jagal, dan sekitarnya.
Kehebatan sineas Marcus Dunstan adalah keajekannya dalam mempertahankan tensi. Selalu membuat penonton was-was dan tetap panik. Tidak banyak pemain yang dilibatkan. Marcus fokus pada upaya menyelematkan diri dan si kecil Hannah (Karley) dari sang penjagal.
Tak banyak pemain yang dilibatkan, berarti tak banyak bujet honor yang dicairkan. Berarti pula, tak banyak nyawa yang melayang. Bukan berarti film ini sepi darah. Nyatanya, Marcus berhasil memaksa penonton “menikmati” jemari yang tertusuk kawat, kelopak mata yang disundut peniti, atau mulut yang dijahit dijahit paksa.
Back by popular demand, NCM Fathom and Omniverse Vision bring Andrew Lloyd Webber's The Phantom of the Opera 25th Anniversary Event back to select movie theaters nationwide for a final big screen. Celebrate the 25th anniversary of Andrew Lloyd Webber and Cameron Mackintosh's history-making The Phantom of the Opera with a fully-staged, lavish production, set in the sumptuous Victorian splendor of the Royal Albert Hall. Broadway's longest running show, seen by over 100 million people worldwide, comes to life on... [more]