Berawal dari ketidaksengajaan, ketika Saga, mencoba memperbaiki sebuah meja mini mengalami lecet cat di sudutnya, yang baru ia beli di Pekanbaru, Riau.
Setelah ia cat ulang, ternyata cat yang ia tambahkan lebih manis daripada cat sebelumnya. Ia pun berinisiatif mencoba membuat meja sendiri. Tidak disangka, meja yang ia buat itu ternyata memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, beberapa rekannya meminta buatkan meja serupa. Tidak tanggung-tanggung, Saga kemudian meminta anak-anaknya untuk membantunya dalam pembuatan meja pesanan rekan-rekannya itu. Dengan daya seni dan kreasi yang ia miliki, Saga kemudian mencoba membuat motif-motif unik dan manis.
Semakin banyak orang yang tahu, semakin banyak pula orderan berdatangan. Sehingga, bisnis bunga Saga yang sebelumnya mengalami macet karena bencana gunung Merapi Yogya tahun lalu, kini telah aktif kembali dan berubah menjadi usaha meja mini yang laris manis di pasaran.
”Sebelumnya saya, pengusaha bunga, dan rutin menyuplai orderan ke Yogya bertahun lamanya. Namun, karena meletusnya gunung Merapi di Yogya pada Oktober tahun lalu, saya terkena imbasnya. Usaha saya jadi macet, dan tidak menyuplai barang lagi. Tapi, sejak usaha meja ini saya jalani, bisnis saya menjadi lebih maju dan lancar,” papar bapak beranak lima ini.
Usaha meja yang dimulai Saga sejak 6 bulan lalu ini, kini berkembang pesat. Dengan hanya melibatkan istri dan kelima anaknya, kini Saga telah mengembangkan usahanya ke 3 wilayah, yaitu, wilayahnya sendiri, Solok, Padangpanjang, dan Sijunjung. Dan dua bulan lagi, ia diminta untuk ikut memamerkan hasil karyanya itu lewat pameran di Bali.
“Sepengetahuan saya, untuk di Sumbar, baru ini satu-satunya yang ada meja bermotif seperti yang saya buat ini. Saya tidak menggunakan cat minyak, tapi menggunakan cat brand (bubuk) yang dioplos dan campur sendiri untuk mencari warna tersendiri. Kemudian, motifnya pun saya kreasikan sendiri. Mengkin karena tertarik, sebuah pihak swasta mengajak saya untuk ikut pameran di Bali sekitar dua bulan lagi,” ungkap Saga seperti dilansir Padang Ekspres.
Memandang hasil karya Saga ini, memang sangat lain dari yang lain. Dengan motif warna-warni, dan berbagai kreasi garis-garis cantik, membuat meja-meja yang dibuat Saga menjadi unik. Dengan harga terjangkau, meja-meja itu jadi laris manis di pasaran.
“Mulai dari ukuran kecil Rp 75 ribu, menengah Rp 150 ribu, dan paling besar Rp 250 ribu, dan saya juga bisa menerima orderan dalam jumlah banyak dan motif sesuai selera,” paparnya.