Mencari dan memanfaatkan peluang selalu dilakukan oleh Harjono saat usaha bengkel las dan bubutnya sepi. Dia tak lelah memutar otak untuk tetap bisa menghidupi keluarganya, yaitu dengan merintis usaha membuat mainan yang sedang populer di kalangan anak-anak yaitu odong-odong.
Meski usaha ini baru dijalaninya selama satu tahun, tetapi dengan ide-ide kreasinya dia dapat menciptakan odong-odong dengan model yang lain daripada yang lain. ’’Selain model odong-odong standar pada umumnya, saya juga menciptakan odong-odong model busway dan kincir angin,’’ ujarnya.
Pesanan pun berdatangan dari seluruh wilayah Semarang dan luar Semarang, seperti Kaliwungu, Tembalang, Mijen, dan Kendal.
Biasanya yang memesan adalah pengusaha odong-odong yang kemudian menyewakan sarana tersebut kepada operator, tapi tidak menutup kemungkinan para operator yang sudah mempunyai modal juga memesan kepadanya.
’’Tak sedikit operator yang sudah punya modal minta tolong ke saya untuk dibuatkan odoong-odong. Mereka punya uang berapa tetap saya kerjakan, dan untuk sisanya bisa mencicil,’’ ungkapnya.
Satu unit mainan tersebut biasa dia kerjakan bersama pekerjanya dalam jangka waktu seminggu.
Selain odong-odong, kreasi untuk terus berinovasi tetap dilakukan oleh pria setengah baya di bengkel miliknya Jalan Sri Rejeki Utara No 18, Semarang. Kini dia menciptakan alat pembuat kantong plastik dengan harganya lebih murah dibandingkan dengan buatan pabrik yang harganya mencapai ratusan juta.
’’Ternyata home industry pun bisa juga melakukannya. Yang penting ada kemauan pasti bisa,’’ tambahnya yang telah memasarkan alat tersebut hingga Kendal dan Juwana.(*/SM)