[dana-talangan-spanyol-bisa-capai-rp-11-biliun]
10 Jun 2012
Para menteri keuangan Eropa kemarin tengah menggelar rapat krisis ekonomi yang makin meluas. Rupanya krisis di benua biru ini sudah mulai menjangkiti ke Spanyol dari Yunani.
Dua sumber yang merupakan anggota senior Uni Eropa menuturkan kepada Reuters, dana talangan yang dibutuhkan Spanyol mencapai 100 biliun Euro (Rp 1,1 biliun). Spanyol memang belum meminta secara resmi dana talangan itu. Tapi permintaan bisa saja muncul selama konferensi berjalan.
"Keputusan untuk Spanyol hanya akan diambil oleh orang selevel Menteri, tapi Madrid belum secara resmi meminta," kata sumber itu. Permintaannya diperkirakan mencapai 100 biliun Euro.
Sejumlah sumber di Uni Eropa mengatakan pada Reuters bahwa Madrid tampaknya akan minta bantuan pekan ini. Spanyol akan menjadi negara keempat yang mencari bantuan akibat krisis Eropa. Sumber lain menyebut bahwa Spanyol tak ingin ada keterlibatan Badan Moneter Internasional (IMF) dalam pemberian dana talangan itu.
Para pemegang kebijakan di zona Euro sangat ingin mendukung Spanyol sebelum tanggal 17 juni. Pada tanggal tersebut, pemilihan umum Yunani digelar. Proses politik di negara para filsuf yang akan mendekatkan Yunani ke pintu keluar zona Euro dan tentunya tidak akan menulari negara lain.
Dari Spanyol, permintaan bantuan juga mendapat respon politik. "Kalau pemerintah memutuskan mencari pertolongan maka harus ada dua hal yang utama, masyarakat sipil tak boleh kena getahnya, dan uang masyarakat harus kembali ke kas masyarakat," ujar Ketua partai oposisi Alfredo Perez Rubulcaba.
Pemerintah Spanyol sendiri sudah menggelontorkan 15 biliun Euro untuk menyelamatkan perbankan nasional. Sejumlah bank nasional terjerat kredit macet permahan. Bahkan bank terbesar di Spanyol, Bankia membutuhkan dana talangan hingga 23,5 biliun Euro agar bisa selamat.
Masalah perbankan di Spanyol mengemuka setelah Fitch Rating memotong peringkat kredit sovereign Spanyol menjadi BBB. Peringkat ang menunjukkan sektor perbankan Spanyol terlalu banyak mengeksplor pinjaman perumahan dan terjerat krisis Yunani.
Komisi Eropa dan Jerman pada pekan lalu sepakat bahwa Spanyol harus diberikan keleluasan. Khususnya untuk menetapkan defisit anggaran berada di bawah ambang batas Uni Eropa, yaitu 3 persen dari Produk Domestik Bruto.
Tak hanya Spanyol, ternyata Italia juga terancam penyakit ekonomi dari Yunani. Menteri Perindustriam Italia Corrado Passera mengatakan situasi ekonomi di Italia sudah membaik ketimbang akhir 2011, tapi tetap saja kritis. "Eropa lebih mengecewakan dari yang kami harapkan, tidak mampu menangani masalah kecil seperti Yunani," ujar Passera. (*/Tempo.co)