[maniak-makanan-sehat-mungkin-itu-kelainan-orthorexia]
08 Jul 2012
Semua hal yang terlalu berlebihan bisa berakibat negatif. Bahkan jika itu adalah sesuatu yang sebenarnya menyehatkan.
Pernahkah Anda menemui seseorang yang begitu terobsesi dengan makanan dan minuman yang sehat. Dalam sebuah pesta, mereka ini ditemukan selalu berkutat di bagian sayur dan buah, saat semua orang pada umumnya bergerombol di bagian nasi, pasta, steak, atau donat. Mereka selalu ingin makan makanan sehat dan murni hingga mereka tak segan untuk menghindari segala makanan dan minuman yang:
Inilah orang-orang yang bisa disebut sebagai penderita orthorexia.Selain gejala-gejala di atas, orang yang menderita orthorexia biasanya berpegang teguh pada teknik memasak atau penyiapan makanan dan minuman yang (sebisa mungkin) 100% bersih. Mereka memilih bahan makanan yang bersih, bebas pestisida, dan telah dicuci bersih selama berkali-kali. Tak hanya sampai di situ, ia juga memasak hingga matang agar tak ada bakteri yang tetap hidup.
Istilah "orthorexia" merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani dengan arti orthos (benar) dan orexia (nafsu makan). Menurut pakar makanan Dr. Steven Bratman, yang pertama menemukan istilah ini, ada cara agar Anda tidak terjebak dalam pola pikir demikian. Yakni dengan menyeimbangkan makan dengan sehat tanpa harus membatasi secara ekstrim dan terobsesi dalam pemilihan makanan.Penderita orthorexia cenderung menutup diri dalam pergaulan dan tak bisa ikut dalam kegiatan sehari-hari dengan leluasa karena obsesi mereka terhadap makanan sehat.
Studi menemukan kelainan ini lebih banyak ditemui dalam kelompok yang berfokus pada makanan sehat seperti atlet, penari, anggota klub kebugaran, dan sebagainya. Namun, belum pasti pula bahwa kasus serupa tidak ditemukan dalam kalangan awam.
Tenaga kesehatan menyarankan bahwa orthorexia secara resmi diakui sebagai suatu jenis kelainan baru. Hingga kini othorexia masih kontroversial dan dikelompokkan dalam kelainan makan lainnya, seperti sindrom makan malam, dismorfia otot (terobsesi dengan pembesaran otot) dan emetophobia (takut muntah). (Berbagai sumber/ *AP)
Sumber gambar:
paleodietguru.com