[lagi-ekspor-ri-defisit-ketiga-kalinya]
01 Aug 2012
CE News, Jakarta: Indonesia kembali mengalami defisit perdagangan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor-impor bulan Juli defisit US$1,32 miliar akibat memburuknya krisis Eropa. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang semester I-2012 mengalami surplus US$470,2 juta.
Kepala BPS, Suryamin mengatakan, ekspor bulan Juni 2012 mencapai US$15,36 miliar, atau turun 8,7 persen dibanding ekspor Mei sebesar US$16,72 miliar. "Nilai impor Juni 2012 meningkat 10,71 persen menjadi US$16,69 miliar, sedangkan Juni tahun lalu sebesar US$15,07 miliar," katanya kepada pers, hari ini.
Suryamin menjelaskan, defisit yang terjadi dalam tiga bulan terakhir akibat melemahnya permintaan di Eropa. Meski pasar Eropa tidak signifikan, namun wilayah ini mengkontribusi sebesar 11,73 persen dari total pangsa pasar ekspor non migas.
Di sisi lain, Suryamin menjelaskan, neraca ekspor impor kumulatif Indonesia selama semester I- 2012 mengalami surplus US$470,2 juta. "Nilai ekspor kumulatif tercatat US$96,69 miliar, sementara impor US$96,41 miliar, dengan demikian neraca kumulatif surplus," kata Suryamin.
Berdasarkan sektornya, ekspor masih didominasi sektor industri senilai US$57,76 miliar, atau 59,62 persen dari total ekspor. Selanjutnya, nilai ekspor didukung sektor migas yang tercatat US$20,06 miliar (20,7 persen), disusul ekspor komoditas tambang senilai US$16,53 miliar. (Dim)