[gyd--sucikan-harta-dalam-infaq-dan-zakat]
11 Aug 2012
Griya Yatim dan Dhuafa (GYD) sejak tahun 2009 telah membina ratusan anak yatim dan juga dhuafa yang terdiri dari janda dan lansia melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pemberdayaan. Kepercayaan dari masyarakat yang terus meningkat, menjadikan GYD terus meningkatkan kualitas pembinaan serta penyaluran dana ZIS melalui berbagai program yang berinduk 5 program Utama yaitu Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Pembedayaan dan Kemanusiaan.
Di tahun 2012 ini GYD mengadakan seminar akbar bertema Dengan Zakat Don't Worry be Happy. Hal ini bahwa sejalan dengan kampanye yang ingin di sosialisasikan pada masyarakat, bahwa Zakat akan menghilangkan kekhawatiran dan menjadikan hidup tentram. Dengan zakat pula harta yang kita bawa akan tersucikan. Zakat merupakan suatu investasi yang membersihkan harta, dan membawa kita terbersihkan dari kewajiban menyantuni diantara sesama. Ini berlaku bagi para masyarakat yang memiliki kemampuan dan kewajiban berzakat maupun bagi para anak yatim dan dhuafa penerima zakat.
Seminar ini juga mengundang pembicara Ippho Santosa yang dikenal masyarakat sebagai entrepreneur, motivator, dan penulis yang memiliki jiwa sosial dan seringkali mengajak masyarakat untuk melaksanakan zakat dan sedekah, yang diharapkan nantinya dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat bahwa zakat dan sedekah merupakan kebahagiaan bagi semuanya.
"Saya sendiri merupakan entrepeneur yang termasuk muda dalam menjalankan bisnis, saya sudah mempunyai sekitar satu sekolahan taman kanak-kanak, dan memiliki satu tempat usaha/butik busana penjualan pakaian. Yang saya tekuni ini merupakan usaha dalam menjalankan bisnis, tak luput saya menunaikan zakat dan sedekah bagi sesama," ujarnya.
Direktur GYD Haryono mengatakan, pada tahun 2011 GYD telah mempunyai cabang sekitar 11, dan akan meningkatkan sekitar 20 cabang di Jakarta pada tahun 2012 ini. "Untuk tahun 2011 lalu sudah sekitar Rp 7 miliar dana yang tersalurkan, sekitar 70% dana tersalurkan dari dana infak dan shadaqah, dan 30% dananya di dapatkan dari zakat," katanya.
Dari dana alokasi tadi sekitar 55% sudah tersalurkan ke arah pengembangan pendidikan, sisanya sekitar 45% di salurkan untuk pengembangan ekonomi dan kesehatan. Untuk pengembangan pendidikan tersebut disalurkan kepada anak-anak, remaja, dan dewasa yang sudah dikelola oleh asrama-asrama kami yang ada. Pendidikan tersebut sangat bermanfaat bagi anak-anak binaan kami.
Untuk pengembangan ekonomi, anak-anak binaan diberikan pengetahuan untuk merencanakan usaha, kecil, dan menengah (UKM). Agar kedepannya anak-anak yang kami bina menjadikan orang yang tegar dan mandiri. Dan dari hal tersebut juga, agar muncul suatu para pengusaha atau entrepeneur muda yang baik dalam mengelola bisnisnya. Dari GYD sendiri diberikan suatu toko-toko kelontong, usaha nasi uduk, pembuat tahu dan tempe. Maka dari itu untuk pengembangan ekonomi merupakan target yang baik untuk semua anak-anak yang sudah dibina.
Dari GYD sendiri memang memfokuskan untuk para anak-anak yatim dan dhuafa. Maka dari itu kami pun memberikan asrama untuk tempat tinggalnya. Dengan memfokuskan kepada anak-anak, maka akan bermanfaat bagi mereka di suatu saat nanti.
Haryono menambahkan, untuk Inovasi kedepannya GYD akan membangun semacam Life Skill & Education Center. Inovasi tersebut akan dibangun di daerah BSD pada 2013-2014 nanti. Pembangunan tersebut akan dibangun suatu asrama yang dikhususkan untuk para kalangan remaja. "Kita akan berikan pembinaan life skill, education, dan nilai agama. Untuk pembinaannya seperti skill otomotif, komputer, masak-memasak, dan menjahit," jelasnya.
Maka dari itu pengembangan life skill yang diberikan sangat bermanfaat sekali untuk menjadikan para wirausaha muda yang akan menjalankan bisnisnya di kala nanti. Sehingga akan bermunculan entrepreneur-entrepenur muda yang dicetuskan oleh GYD nantinya. (*DI)