[berkat-suku-bunga-dan-insentif-harga-rumah-naik-di-china]
21 Aug 2012
Harga rumah baru di China menguat di beberapa kota besar dalam 14 bulan terakhir Juli lalu setelah tingkat suku bunga dan insentif untuk para pembeli pertama diberikan, hal ini mempersulit usaha pemerintah untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi di tengah spekulasi pembatasan properti.
Harga-harga naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya pada 49 dari 70 kota yang dipantau oleh pemerintah China, seperti disampaikan oleh the National Bureau of Statistics pada situs resminya 18 Agustus lalu.
Jumlah ini adalah yang tertinggi sejak Mei tahun lalu dibandingkan dengan 25 kota yang dipatau pada Juni. Harga-harga turun disembilan kota dan tidak berubah di 12 kota lainnya.
Pembeli yang bersemangat setelah pemotongan suku bunga kembali bertransaksi pada bursa perumahan walaupun pemerintah berketetapan untuk mengendalikannya demi perumahan yang terjangkau.
Resiko dari reboundnya bursa properti dapat mendorong the Peoples Bank of China untuk mengurangi pemotongan suku bunga atau memotong rasio cadangan perbankan untuk meningkatkan dana pada sistem finansial dan mendukung peminjaman setelah Juli lalu tercatat melemah.
Indeks Shanghai Property Index turun 1,6% kelevel terendahnya pada 29 Maret lalu, ini adalah pelemahan terparahnya pada lima kelompok industri di indeks Shanghai Composite Index.
China berpeluang melanjutkan percobaan pajak properti dan menaikan batas uang muka untuk penjualan rumah jika harga-harga rebound terlalu cepat, menurut laporan Shanghai Securities News hari ini, berdasarkan sumber yang tidak diidentifikasikan.
Diantara kota besar lain, harga rumah baru di Beijing naik 0,3% dari Juni lalu, sementara kota pusat bisnis Guangzhou mencatat kenaikan 0,2%. Harga-harga di Shanghai dan Shenzhen tidak berubah.
Diantara Sembilan kota yang mencatat penurunan harga, timur kota Wenzhoung mencatat penuruan terbesar yaitu 0,8%, diikuti oleh Ningbo yang turun 0,6%.
Pada 9 Agustus, nilai transaksi bursa perumahan disampaikan oleh biro statistik turun 14,5% Juli lalu dibandingkan bulan sebelumnya.(*BI)