Terdapat perbedaan antara pemimpin yang secara agresif mendorong pegawainya meraih hasil dan orang yang suka melakukan penindasan dengan menimbulkan perasaan takut dan cemas serta intimidasi untuk mendapatkan apa yang mereka mau dari pihak lain yang lebih lemah. Perusahaan-perusahaan tak semestinya mentolerir para atasan yang suka menindas bawahannya dengan bullying. Mereka ini akan memberikan dampak negatif bagi produktivitas perusahaan.
Inilah caranya untuk menemukan perbedaan antara para atasan entah itu manajer, pemilik bisnis, dan sebagainya dari mereka yang suka melakukan bullying:
Hadapi: Adakan sejumlah rapat dadakan dengan pihak yang suka menindas dan korbannya untuk mendapatkan bukti secara langsung dan cepat. Selenggarakanlah rapat ini dengan tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk memastikan bahwa Anda bisa mendapatkan bukti yang akurat.
Analisis dan presentasikan: Gunakan kerangka eksternal untuk mengevaluasi apakah itu kasus bullying atau tidak. Dokumentasikan bukti-buktinya daripada hanya mendengarkan pembicaraan atau desas-desus dari orang lain.
Paparkan: Karena para penindas lihai menggunakan kecemasan akan konsekuensi dalam diri korbannya sebagai senjata utama, sangat penting untuk memberikan paparan mengenai perilaku pihak yang melakukan bullying. Dengan membongkar perbuatan pihak yang melakukan penindasan dan menemukan bukti perbuatan mereka yang kurang dibenarkan, Anda bisa menggunakannya sebagai alasan untuk mencabut otoritas mereka.(*AP)