Dr. Ir. Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, beliau selalu menanamkan pentingnya entrepreneurship untuk membuat bangsa Indonesia maju.
Kiprah Pak Ciputra, diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor, yakni sebagai entrepreneur peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan entrepreneurship kepada dosen terbanyak. Pa Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.231 dosen. Pak Ciputra pun juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.
Setelah sukses dengan berbagai mega proyek properti yang ditanganinya, Pak Ci juga terpanggil untuk membantu dunia pendidikan di Indonesia. Untuk itu Pak Ciputra membuat sekolah-sekolah unggulan yang mementingkan proses belajar kreatif untuk menciptakan manusia unggul dengan mengedepankan entrepreneurship. Baca selengkapnya
Mendaki gunung paling tinggi
Views :461 Times
Sabtu, 03 Maret 2012 07:06
Saya pernah terlibat di beberapa proyek properti. Sebut saja Taman Impian Jaya Ancol, Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai, Pondok Indah, serta proyek lain di bawah Grup Ciputra.
Saat ini orang pasti sudah tahu lokasi-lokasi ini. Namun saat saya merancang proyek ini, tidak ada yang meliriknya. Contohnya, Taman Impian Jaya Ancol yang dulu dikenal sebagai tempat jin buang anak. Pada saat itu, tidak ada orang yang mau berbisnis di areal tersebut.
Tapi saya punya feeling bahwa daerah rawa di Jakarta Utara bisa menjelma menjadi taman hiburan terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Akhirnya, intuisi saya benar adanya. Ini salah satu contoh saja. Banyak contoh lain yang saya kembangkan dalam menjalankan bisnis properti ini. Seperti mengembangkan kawasan Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, atau kawasan Bintaro Jaya. Semua yang saya sebut itu saat ini sudah menjadi semacam ikon properti.
Bagi saya, tak ada yang tidak mungkin. Saat mengembangkan bisnis properti ini, baik bersama PT Pembangunan Jaya, Grup Pondok Indah, atau saat ini bersama anggota keluarga di Grup Ciputra, saya selalu ingin membangun proyek properti di daerah yang betul-betul baru.
Ini memang tantangan. Tapi saya suka tantangan. Ibarat pendaki gunung, saya akan mendaki gunung paling tinggi. Kalau perlu yang belum pernah didaki para pendaki. Sehingga saya harus bisa membuat jalan untuk menembus puncak gunung.
Ibarat pendaki gunung, seorang pebisnis harus berani memilih gunung yang paling tinggi dan belum pernah dijamah oleh pendaki gunung yang lain. Ia juga harus mampu mengubah hamparan rawa dan padang ilalang serta lahan tandus menjadi kota baru yang menakjubkan atau sebuah resor nan indah.
Seorang pebisnis, apalagi di bidang properti, harus bisa mengubah kawasan tempat pembuangan sampah menjadi pusat bisnis yang menarik.
Prinsip ini sudah saya terapkan di Grup Ciputra. Saya punya keinginan bendera Ciputra hadir di setiap pelosok negeri ini. Saat ini, proyek kami tidak cuma di Jawa melainkan juga di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, bahkan sampai ke luar negeri, seperti Kamboja.
Saya ingin daerah yang dimasuki Ciputra bisa berkembang. Pasti kami bakal keluar modal besar lantaran membangun infrastruktur terlebih dahulu. Tapi saya yakin, perkembangan daerah bakal berimbas ke bisnis. Buktinya, proyek-proyek kami tergolong sukses di pasaran.
Saya pribadi juga puas, menyaksikan hasil buah tangan saya dan keluarga ternyata disukai banyak orang.
Boleh dibilang saya tergolong cerewet dalam membangun sebuah properti. Saya pasti bakal memperhatikan betul kualitas dari bangunan tersebut. Terkadang saya melengkapi dengan unsur seni seperti patung supaya properti yang kami bangun terasa lebih hidup.
Saya beruntung nilai-nilai bisnis yang saya tanam sudah terpatri di keluarga saya. Saat ini Grup Ciputra berada di bawah kendali keempat anak saya dan dua menantu saya. Pengalaman saya berkiprah di dunia properti sudah tertular ke keluarga.
Tapi penanaman bisnis kepada keluarga ini tidak mudah. Jangan harap menyekolahkan anak ke universitas terkemuka bisa membuat anak kita menjadi pebisnis tangguh. Justru kita harus mengenalkan bisnis kita kepada buah hati sejak dini. Saat anak saya masih sekolah, saya kerap mengajak mereka menyaksikan proyek properti yang sedang saya garap, seperti Taman Impian Jaya Ancol.(Juga dimuat di Kontan.co.id)