Berawal dari seorang sopir angkot, Nuryadin memulai kariernya. Bongkah demi bongkah besi tua dan koran bekas kumpulkan guna memulai usaha.
Dengan hanya bermodalkan uang Rp500 ribu, kini Nuryadin menyandang predikat "Raja Besi Tua" di Lampung.
Kesuksesan Nuryadi menginspirasi bagi orang banyak. Betapa tidak? Mengawali kariernya dari angkot jurusan Way Halim-Pasar Bawah, lalu jalur Rajabasa-Tanjungkarang kemudian Telukbetung-Tanjungkarang, tak disangka kini hidup Nuryadin berubah.
Tiga tahun menjadi seorang sopir angkot antar-kota dalam provinsi ditekuni Nuryadin. Pada 1992 dirinya memutuskan untuk menikahi Nurhayati. Setelah menikah, Nuryadin belajar berbisnis menjadi seorang pengumpul barang bekas.
Usaha yang kebanyakan orang hanya memandang sebelah mata, dijalaninya dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Berjalan satu tahun bisnis yang ia tekuni, ternyata modal yang Rp500 ribu itu, berbuah menjadi tidak kurang dari Rp60 juta. (*/mediaindonesia.com)