Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
"Suroboyo": Aplikasi Filter Konten Garapan Anak SMP Hits : 695 PDF Cetak E-mail
Jumat, 07 Oktober 2011 06:51
suroboyo_2Di masa digital seperti sekarang, banyaknya arus konten yang bisa dikonsumsi seseorang sangatlah tinggi. Bahayanya, tidak semua konten pantas atau layak untuk dikonsumsi oleh generasi muda. Dampaknya terhadap kesehatan mental dan psikologis pada anak-anak usia sekolah yang masih ‘rapuh’ juga tidak bisa dianggap remeh karena bisa membuat kecanduan dan kurang produktif.

Dilatarbelakangi kekhawatiran inilah tiga siswa IPH School Surabaya bernama Yeremia Evian, Darren Limantara, dan Michelle Crystalia bersama membuat sebuah aplikasi Suroboyo. Fungsinya untuk menyaring konten asusila, perjudian dan kata-kata kurang pantas.

Ditanya tentang awal mula tertarik membuat aplikasi penyaring ini, Darren menjawab, “Saat kelas VII, saya terdorong untuk membuat Suroboyo karena saat masuk SMP saya banyak ditawari teman untuk membuka konten pornografi dan sejenisnya yang kurang berguna. Bukannya mau sok suci, tetapi saya baca juga bahwa mengkonsumsi konten semacam itu bisa menimbulkan kecanduan. Nah, saya tidak mau kecanduan seperti itu.”

Suroboyo berbentuk aplikasi untuk platform Windows yang dibagikan secara cuma-cuma. Aplikasi ini bisa diinstal di PC atau laptop yang sering digunakan oleh anak-anak. “Pengguna aplikasi ini adalah orang tua atau orang dewasa lainnya yang peduli dengan masa depan anak-anak mereka,” kata Michelle dengan bahasa Indonesia berlogat Surabaya yang kental.

Bagaimana Suroboyo bekerja? Ia menghadirkan beberapa fitur , seperti pembatasan waktu, penghapusan kata-kata kurang pantas secara otomatis, bahkan pemblokiran layanan jejaring sosial. Fitur pembatasan waktu, kata Michelle, ditujukan agar orang tua bisa mengendalikan seberapa lama anak-anaknya sebaiknya menghabiskan waktu di depan komputer atau Internet yang suka lupa waktu. Pemindaian kata-kata kurang pantas juga dilakukan Suroboyo saat anak yang menggunakan mengetik  di keyboard. Saat mengetikkan status di Facebook atau Twitter yang mengandung kata-kata makian, Suroboyo akan menghapusnya dan mencatatnya dalam sebuah catatan yang bisa berbentuk 3 bentuk: dokumen word, tabel excel , dan screenshot. Dengan begitu orang tua bisa mengetahui aktivitas anaknya di dunia maya. Yang menarik, Suroboyo bekerja dengan memindai judul sebuah situs, bukan URL (yang sering bisa diakali terlihat seperti URL biasa).

Suroboyo juga memiliki fitur pemblokiran jejaring sosial. “Fitur ini ditujukan untuk kalangan korporat yang memiliki kebijakan untuk memblokir akses ke situs jejaring sosial di kantornya,” papar Darren lebih lanjut.

Meski saat ini hanya terbatas untuk Windows, di masa datang 3 remaja ini berencana akan memperluas jenis sistem operasi yang mendukung aplikasi Suroboyo.

Terkait dengan proses pengembangan Suroboyo, Darren menyatakan bahwa mereka merintisnya sejak kelas 1 SMP tanpa bantuan dari orang dewasa yang lebih berpengalaman. Dan berkat kreativitas mereka inilah, trio Suroboyo tersebut menyabet posisi jawara dalam kategori “SMP: Application” di event INAICTA 2011 yang baru saja berlalu. (*Akhlis)
 


Another articles:


Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version