Indonesia mempunyai budaya minum teh yang telah berakar sejak zaman nenek moyang. Tradisi minum teh ini pada perkembangannya diwarnai dengan sejumlah inovasi yang tercipta dari beragam perusahaan lokal. Sebut saja Sariwangi, merek teh celup milik Unilever. Berkat upaya agresif Sariwangi dalam mengonversi teh bungkus ke teh celup, segmen teh celup itu sendiri itu sukses mengalami peningkatan pangsa pasar dalam beberapa tahun terakhir. Layaklah bila merek ini menjadi pemimpin dalam segmen teh celup.
Sebagai merek lokal, Sariwangi resmi diperkenalkan kepada umum pada tahun 1973. Muncul dalam format teh celup, Sariwangi membawa misi memperkenalkan suatu cara modern dalam mengonsumsi teh. Merek teh arketip nan terkemuka ini telah berhasil meremajakan pasar teh daun Indonesia yang sempat mengalami kemerosotan.
Investasi komunikasi Unilever telah memberi Sariwangi identitas sebagai merek teh celup Indonesia dengan citra aspiratif dan premium. Sejumlah kegiatan dilakukan untuk meningkatkan penggunaan Sariwangi dengan meningkatkan konsumsi melalui saat-saat bersama teh, resep, kampanye teh dan kesehatan dan kegiatan lainnya.
Berikut sejumlah inovasi Sariwangi seperti yang tertuang dalam situs resmi Unilever.
Sariwangi dianggap sebagai merek teh modern, progresif, inovatif dan populer.
Varian teh hijau pada tahun 2006.
Selalu mengembangkan kelembutan untuk varian inti (hitam, melati dan vanila).
Inovasi lain adalah lebih pada mengkomunikasikan dan mengaktivasi penggunaan teh celup untuk mengalihkan pengguna teh bungkus menjadi pengguna teh celup.
Inovasi baru dengan meluncurkan Sarimurni teh bundar (teh dengan teknologi Osmofilter) pada bulan April 2007.