Sanindo Perkasa Abadi, Fokus Pada Perakitan Alat Pemadam Kebakaran
Views :346 Times
Minggu, 18 Desember 2011 14:26
Peristiwa kebakaran yang menimpa permukiman, pabrik, gudang, perkantoran maupun apa saja yang bisa dilahap api setiap tahun cukup besar frekuensinya.
Tidak diragukan lagi, upaya untuk mengantisipasi berlangsungnya musibah tersebut telah memunculkan peluang bisnis di bidang penyediaan alat pemadam api/kebakaran. Nilai bisnis di sektor tersebut tergolong besar, karena setiap pabrik, kantor, gudang, sarana transportasi, bandara, areal pertambangan dan lainnya tentu membutuhkan alat pemadam kebakaran.
Tak pelak, persaingan bidang usaha tersebut cukup ketat, yang ditandai dengan banyaknya pemain di sektor usaha tersebut. Jenis peralatan pemadam maupun layanan yang disediakan cukup beragam sesuai kebutuhan para pengguna. Namun, perusahaan yang bergerak di sektor pemadaman api, terutama di Jawa Timur, umumnya lebih memilih penjualan, perbaikan dan isi ulang tabung pemadam.
Untuk memanfaatkan peluang bisnis bernilai miliaran rupiah per tahun itu, PT Sanindo Perkasa Abadi selama 17 tahun terakhir fokus terhadap kegiatan perakitan alat pemadam dan memasarkannya dengan sistem sewa, selain melakukan penjualan. Perusahaan yang mengoperasikan pabrik perakitan di Kawasan Industri Benteng Tunggal, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, itu telah menyewakan sejumlah alat pemadam ke kalangan BUMN dan swasta, dan sejak tahun ini membidik segmen rumah tinggal yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota.
Sanindo memanfaatkan media pemadam berbahan dasar gas, air dan selimut/blanket produksi perusahaan induk di Sunter, Jakarta, yakni PT Hartindo Chemicatama Industri. Beberapa produk pemadam produksi perusahaan tersebut antara lain Hartindo AF31, Hartindo AF11E, Titan 21.
Produk pemadam api tersebut dimasukkan ke dalam tabung berbagai ukuran, yang diproduksi Sanindo di Sidoarjo. Selain itu dalam bentuk selimut yang berfungsi penyelamat tatkala terkurung api maupun untuk memadamkam benda-benda yang terbakar. Selimut yang digunakannya berbahan katun 100% yang tahan hingga suhu 3.000 derajat Celcius.
Direktur PT Sanindo Perkasa Abadi, Winardi Nyoto, mengklaim produk pemadam berbahan dasar gas yang didistribusikannya itu ramah lingkungan dan tidak ada kadaluwarsanya. Formula anti-api itu membunuh api secara kimiawi.
"Kami sejak beroperasi mulai 1994 menjalankan bisnis berdasarkan order, maka kami tidak bisa menyebutkan secara pasti volume produksi tabung per bulan," tuturnya.
Winardi menambahkan pola pemasaran yang dikembangkan perusahaan itu dalam membidik segmen korporat adalah sistem sewa. Soalnya, pembelian alat pemadam dinilai menjadi beban bagi perusahaan disebabkan terpaksa mengeluarkan dana secara mendadak dengan nominal cukup besar.
Melalui sistem sewa, perusahaan penyewa alat pemadam kebakaran diberikan biaya isi ulang secara cuma-cuma saat terjadi kebakaran. Selain itu, penyewa digratiskan biaya pemeliharaan maupun penggantian alat pemadam manakala ikut terbakar. Intinya, penyewaan alat pemadam kebakaran jauh lebih efisien dibandingkan membelinya.
Pihak Sanindo memberlakukan tarif sewa 3% per bulan dari harga jual alat pemadam kebakaran. Sebagai contoh, sewa tabung pemadam isi 3 kg adalah Rp60.000 per bulan dari harga jual Rp2 juta. Pembayaran sewa bersifat fleksibel, bisa per bulan atau per tiga bulan. "Pola sewa itu cukup diminati pasar, di mana kami sejauh ini menyewakan 5.000 unit tabung ke kalangan BUMN maupun swasta di Jatim antara lain PT Pertamina, PLN, Telkom, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Tentunya alat pemadam yang dibutuhkan perusahaan berbobot puluhan kilogram," papar Winardi,
Untuk menggerakkan bisnis tersebut, Sanindo didukung 100 karyawan yang bertugas di bidang produksi, administrasi, pemasaran, angkutan dan lainnya lagi. Wilayah operasionalnya terutama Jawa Timur, meskipun menjangkau pula di luar provinsi tersebut.
Gandeng pemda Pola penyewaan alat pemadam kebakaran diyakini bisa dikembangkan lebih luas, yakni dengan membidik segmen rumah tinggal. Hal itu didasarkan survei bahwa dari 100 unit rumah tinggal yang dilengkapi alat pemadam kebakaran baru satu rumah.
"Peluang bisnis penyewaan tabung pemadam kebakaran bagi rumah tinggal cukup besar, menyusul seringnya terjadi peristiwa kebakaran yang melanda permukiman," ujar Winardi yang tampak gesit.
Masalahnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengantisipasi kebakaran melalui penyediaan tabung pemadam masih rendah.
Untuk itu, Sanindo membentuk divisi pemasaran khusus membidik segmen rumah tinggal yakni SOS (Sanindo Outsourcing Solution) Community, guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menyediakan tabung pemadam kebakaran.
Direktur SOS Community Jan Wellyan menyatakan pentingnya melakukan inovasi pemasaran tabung pemadam kebakaran ke segmen rumah tinggal, di tengah masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menyediakan peralatan tersebut.
"Kami menyewakan tabung pemadam kebakaran ukuran 1,5 kg hingga 3 kg secara gratis kepada setiap rumah tangga, dengan menggandeng pemerintah daerah kabupaten/kota sebagai fasilitator. Pembayaran sewa tabung bisa memanfaatkan dana corporate social responsibility [CSR] dari BUMN atau swasta," tuturnya kepada Bisnis di kantornya, belum lama ini. Menurut dia, pihak Sanindo juga bisa meraup pendapatan dari para sponsor yang memasang stiker di tabung pemadam di rumah-rumah tinggal. Pola tersebut melibatkan perusahaan asuransi guna memproteksi rumah tinggal yang terbakar. Langkah demikian dirintis tahun ini, dan sejumlah Pemkab di Jatim menyatakan kesediaannya memfasilitasi sistem sewa tabung di rumah tinggal a.l. Pemkab Pamekasan, Nganjuk, Situbondo, dan Malang.
Bila model pemasaran alat pemadam kebakaran yang dikembangkan Sanindo itu kelak mampu menjangkau rumah-rumah tinggal dalam jumlah besar, maka pendapatan perusahaan tersebut tentu akan menggelembung lagi sesudah mendapatkan pembayaran sewa secara rutin dari segmen industri. (*/BIsnis)