Move
Close
Lupa nama pengguna?
Lupa Password?
Pendaftaran
jasa
Banner
Banner
Foremost, Sepatu dengan Footprint Aksara Sunda & Pulau Indonesia PDF Cetak E-mail
Kamis, 02 Februari 2012 16:47

Kreativitas generasi bangsa memang patut diacungi jempol. Dua orang mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, berhasil merintis bisnis yang suatu hari bukan tak mungkin bisa banggakan negerinya, Indonesia. Memproduksi sepatu dengan footprint beraksara Sunda dan pulau-pulau Indonesia, keduanyapun sukses mengantongi kemenangan di ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2011.

 

ForemostSepatu unik berbahan utama kulit itu mulai diproduksi pada Oktober 2010. Mengambil nama Foremost sebagai brand produknya, Fauzan Adhima Efwandaputra dan Yusuf Ramdhani berkeinginan mengangkat kepopularitasan Indonesia ke dunia internasional. Bagi keduanya, Foremost merupakan perpaduan nilai antara ciri khas barat dan lokal yang bisa dilihat secara jelas pada footprint pulau-pulau Indonesia serta tulisan aksara Sunda di bagian telapak sepatu.

 

“Tulisan aksara Sunda itu sebenarnya bertuliskan Indonesian Pride. Kita ingin menjadikan Foremost sebagai kebanggaan orang Indonesia. Nilai tambah dan keunikan ini yang mungkin membuat kami menang (dalam ajang WMM 2011), tutur Fauzan seperti dilansir dari situs resmi Unpad, 25 Januari 2012 lalu.

 

Selain miliki keunikan di bagian telapak kaki, sepatu Foremost juga mempunyai keunggulan tersendiri. Di antaranya terletak pada desain dan struktur bahan sepatu yang diproduksi dengan cermat. Bagian sol belakang sepatu yang anti gesek hingga pijakan yang tergolong empuk dirancang agar konsumen senantiasa merasa nyaman bila mengenakannya.

 

Niat serta tekad yang bisa dilihat dari kualitas Foremost merupakan cerminan dua orang pendirinya yang memang hobi dengan sepatu. “Pada dasarnya kita penyuka sepatu jadi kita tahu tentang kualitas sepatu yang baik seperti apa. Kita mencampuradukkan kelebihan-kelebihan sepatu yang pernah kami coba ke dalam Foremost,” jelas Fauzan.

 

Hingga saat ini, Foremost telah terjual rata-rata 60 pasang setiap bulannya, baik melalui online maupun offline. “Rata-rata 30-40 pieces melalui online dan 30 pieces untuk yang offline. Belum lagi pada bulan-bulan Desember atau menjelang Lebaran,” ujar Yusuf yang memang menangani bidang marketing di Foremost.

 

Untuk ke depannya, kedua pelaku usaha muda itu berniat memproduksi produk lain yang juga tak kalah menariknya seperti dompet, jaket dan T-shirt. Selain itu, keduanya juga ingin meningkatkan teknologi untuk menambah kualitas produksi sehingga menjadi lebih baik dan menargetkan perluasan pasar, baik pasar domestik serta internasional. Target pasar internasional pertama yang akan dibidik adalah Singapura dan Asia.

 

“Kita sedang campaign “Foremost for the people” untuk tahun ini. Kita ingin mem-foremost-kan orang. Kita ingin dikenal, dibicarakan dan dipakai,” tutup Yusuf. (*image:unpad.ac.id)

 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

Halaman 1 dari 320
Copyright © 2010-2012 Ciputra Entrepreneurship
All right reserved