Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
Nikmatnya Selai dari Ampas Tahu Hits : 790 PDF Cetak E-mail
Rabu, 16 Mei 2012 13:18
tahu0512Selai menjadi pelengkap roti untuk sarapan. Mulai dari rasa cokelat, strawberry, kacang, hingga srikaya menjadi variasi selai. Namun, pernahkah Anda mendengar selai tahu?

Unik memang. Inovasi ini tercetus dari sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Adalah Ahmad Muhaimin Alfarisy, Dian Purnami Handayani, Friestisya Blorindayoga Hariandrie, Mudrikah, serta Ristiani Puji Lestari mengolah ampas tahu menjadi panganan bernilai ekonomi tinggi.

Alfarisy menuturkan, pengembangan produk bernama ""a Soy"" ini berawal dari pengalamanya saat berjualan susu kedelai semasa SMA. Saat itu, dia melihat limbah susu kedelai yaitu ampas kedelai tidak banyak dimanfaatkan dan terbuang sia-sia, begitu pula dengan ampas tahu.

“Selama ini ampas tahu hanya digunakan sebagai pakan ternak dan bahkan dibuang begitu saja, padahal di dalamnya mengandung gizi yang cukup tinggi,” kata Alfarisy seperti dilansir situs UGM.

Dia menyebutkan, dalam ampas tahu memilik kandungan serat yang cukup tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Selain itu, lanjutnya, kedelai juga mengandung senyawa isoflavon yang baik untuk mencegah proses penuaan dini.

“Kami memakai ampas tahu ini sebagai bahan pembuat selai karena mengandung serat yang tinggi, yaitu delapan persen lebih banyak dari selai-selai yang dijual dipasaran yang hanya mengandung serat sekira enam persen saja,” urainya.

Pembuatan selai ini pun terbilang mudah. Pertama-tama ampas tahu yang masih segar dikukus terlebih dahulu selama satu jam agar ampas tahu bisa lebih awet. Lalu ampas yang telah dikukus dicampur dengan buah yang sudah diblender terlebih dahulu bersama dengan gula pasir, cengkeh dan kayu manis.

"Selanjutnya setelah semua bahan tercampur dimasak kedalam penggorengan dan didihkan sampai mengental. Untuk komposisinya penggunaan ampas tahu berbanding buah adalah 1:2,” tuturnya.

Saat ini, "a Soy" dijual dalam bentuk roti bakar dengan menawarkan empat varian rasa, yaitu rasa apel, jambu, pisang, dan cokelat susu. Namun kedepan juga direncanakan akan dibuat produk "a Soy" dengan rasa baru seperti blueberry, mocca, sirsak, dan beberapa rasa oriental lainnya.

Selain memasarkan dalam bentuk roti bakar, dalam waktu dekat kelima mahasiswa tersebut juga akan merilis selai dalam bentuk cup ukuran 200 gram. Per cup dibanderol harga Rp6.500.

“Semua rasa yang dijual merupakan perpaduan antara buah asli dengan ampas tahu sehingga dapat dipastikan mengandung gizi yang tinggi, padat serat, serta kandungan vitamin yang terutama berasal dari buah-buahan yang dipadukan,” kata Alfarisy.

Dian Purnami menambahkan, hingga saat ini penjualan roti bakar "a Soy" telah meraup omzet Rp1,8 juta sejak dirilis pada akhir Februari lalu. “Roti bakar "a Soy" kini dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Per potongnya hanya dibanderol Rp1.500,“ ujarnya.

Untuk sementara, lanjut Dian, roti bakar "a Soy" ini baru dipasarkan di sejumlah kantin di lingukngan kampus UGM. Beberapa di antaranya kantin kejujuran sekretariat BEM KM Geografi, kantin Kejujuran Sekretariat Jamaah Muslim Geografi, kantin Jurusan Teknik Kimia UGM, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, kantin Fakultas Teknologi Pertanian, serta di beberapa kantin fakultas di Kampus Universitas Negeri Yogyakarta. (*/AS)
 


Another articles:


Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version