Ciputra News



jasa

Banner
Banner
Banner
Enaknya 'Tulang Monyet' Ekstra Pedas Hits : 1112 PDF Cetak E-mail
Selasa, 22 Mei 2012 09:34
balungkethek0512Maraknya camilan bercita rasa pedas dari luar kota yang masuk ke Solo, membuat gusar Aji Mujiono, warga Semanggi, Solo. Kegusaran itu berbuah inovasi untuk mencipatkan makanan serupa namun asli kota Solo. Jadilah ia membuat camilan balung kethek yang dimodifasikasi menjadi ekstra pedas dan lebih empuk.

Sekilas mungkin agak aneh ada makanan yang bernama balung kethek atau jika dalam bahasa Indonesia berarti "tulang monyet". Sebenarnya nama itu hanyalah istilah untuk keripik singkong. Balung Kethek terbuat dari singkong yang sudah dikukus, diiris tipis, lalu di goreng sampai kuning kecoklatan. Rasanya manis dan jika dimakan sangat keras.

Namun di tangan Aji lewat berbagai percobaan, balung kethek dibuat menjadi empuk dan sangat pedas. "Semua berawal dari gusar karena Solo diserbu makanan serba pedas dari luar kota. Saya lalu berpikir untuk membuat makanan serupa namun yang asli Solo. Hingga ketemulah balung kethek," katanya seperti dilansir Tribun News.

Menurut Aji, dari cerita yang didengarnya disebut balung karena kalau digigit keras seperti tulang. Akibatnya, orang yang makan akan meringis atau nyengir seperti kethek atau monyet. "Ini adalah kelemahan makanan itu hingga kurang disukai," katanya. Uji coba pun ia lakukan untuk memodifikasi balung kethek seperti yang diinginkan.

Sejumlah resep dicoba untuk menemukan komposisi bumbu dan tingkat keempukan yang pas. Aji melanjutkan, setiap kali selesai menerapkan resep dengan kompisisi tertentu, balung kethek kreasinya selalu dibagikan pada tetangga dan teman. "Saya minta mereka mencicipi dan memberi masukan," ujarnya. Saat itu, sebagian besar respondennya bilang rasanya masih biasa saja.

Tak mau menyerah, pria 42 tahun itu terus mencoba-dan mencoba resep baru. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil dengan membuat balung kethek yang diberi merk "Monkey Bone". "Resep saat ini adalah hasil dari sekitar 10 kali percobaan. Tapi saya masih terus menerima masukan dari pembeli," katanya. Monkey Bone buatannya dibagi dalam tiga level, level I pedas, level II lumayan pedas, dan level III sangat pedas.

Agar hasil akhir tak keras, Aji mengaku harus berburu singkong kualitas terbaik ke berbagi daerah. Dalam sehari, ia biasanya membutuhkan sebanyak 20 kilogram singkong yang setelah diolah akan menjadi 5 kilogram balung kethek. "Saya baru sebulan memulai usaha ini. Respon masyarakat Solo dan sekitarnya lumayan bagus," katanya.
 


Another articles:


Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013 Ciputra Entrepreneurship
Mobile Version