Sektor Industri Berperan dalam Pembangunan Nasional
Rabu, 15 Mei 2013 14:33
Kepala Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian Arryanto Sagala mengatakan bahwa sektor industri memiliki peranan strategis dalam pembangunan nasional.
"Sektor industri memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena mempunyai misi mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat," kata Arryanto, saat memberikan sambutan pada "Launching Penghargaan Industri Hijau 2013", di Jakarta, Rabu.
Arryanto menjelaskan, peranan sektor industri non-migas pada produk domestik bruto (PDB) sangat menjanjikan, yang pada tahun 2012 lalu mencapai 20,58 persen dari total PDB nasional.
"Sementara laju pertumbuhan industri non-migas mencapai 6,40 persen dan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang hanya tumbuh sebesar 6,23 persen," ungkapnya.
Menurut dia, pertumbuhan industri tersebut harus dipertahankan agar peranan dalam PDB nasional tetap baik, yang pada tahun 2020 mendatang pertumbuhan ditargetkan sebesar 8,89 persen.
Arryanto meyakini bahwa untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan industri nasional tersebut perlu adanya upaya-upaya yang lebih strategis.
"Upaya strategis tersebut harus segera dilakukan mengingat kondisi perekonomian global masih belum pulih yang dibarengi dengan peningkatan persaingan di pasar global," ujar dia.
Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan industri manufaktur pada 2013 sebesar 7,13 persen karena adanya peningkatan investasi.
Pertumbuhan industri nonmigas pada 2013 diperkirakan 6,8 persen seiring terus membaiknya kinerja sektor industri tersebut dalam tiga tahun terakhir.
Industri manufaktur diperkirakan tumbuh hingga 7,13 persen, yang ditopang oleh sejumlah sektor seperti pupuk, kimia dan barang dari karet, semen dan barang galian bukan logam, makanan dan minuman, serta otomotif.
Sementara pertumbuhan sektor industri pengolahan secara keseluruhan diperkirakan bisa mencapai sekitar 6,2 persen sampai 6,5 persen. (ant/as)