Perusahaan harus bersaing dalam pasar untuk memuaskan kebutuhan pelanggan dengan menciptakan nilai unik bagi pelanggannya. Saat perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan, mereka diganjar dengan pelaung bisnis masa depan. Perusahaan yang gagal menciptakan nilai bagi pelanggan atau melakukannya dengan kurang efisien dari pesaingnya, akan memiliki profitabilitas yang lebih rendah dan akhirnya akan gulung tikar. Menurut Bruce Henderson, pendiri Boston Consulting Group," Semua pesaing yang gigih sepanjang waktu harus mempertahankan kelebihan unik mereka dengan membedakan diri dari yang lain. Mengelola perbedaan itu merupakan inti dari strategi jangka panjang sebuah bisnis".
Perusahaan yang paling sukses di dunia sekarang ini seperti Facebook, Google, Apple, dan sebagainya telah mampu menciptakan posisi yang membuat pesaingnya iri melalui penawaran produk yang berbeda yang memberikan nilai unik bagi pelanggan. Persaingan merupakan syarat mutlak untuk mengembangkan strategi. Monopoli ( di mana tidak ada pesaing atau pesaing yang terlalu lemah) tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk mengembangkan strategi.
Kita hidup dalam era kompetisi yang demikian ketat. Globalisasi telah membuat dunia menjadi lebih kecil dan perusahaan dapat memaksimalkan sumber dayanya dari semua penjuru dunia untuk bersaing. Di masa lalu, perusahaan telah memfokuskan diri pada penghematan biaya melalui outsourcing kegiatan yang kurang penting ke lokasi yang lebih murah dan menyerasikan kembali sumber daya mereka secara internal untuk memberikan nilai yang lebih baik pada pelanggan dengan biaya lebih rendah. Namun, menjadi lebih efisien dalam operasional perusahaan bukan berarti perusahaan memiliki kelebihan strategis dibandingkan yang lain. Perusahaan lain juga berupaya untuk mengurangi biaya dan menjadi lebih efisien dalam pengelolaannya pada saat yang sama. Maka dari itu, efektivitas operasional menjadi syarat wajib tetapi belum mencukupi untuk membuat perusahaan berkinerja lebih baik di pasar. Banyak alat dan teknik manajemen operasional seperti Total Quality Management, Supply Chain Management, Lean Operations dan sebagainya yang dapat membuat bisnis lkita lebih kompetitif.
Sebuah perusahaan mampu melampaui pesaingnya hanya jika ia bisa memiliki kelebihan kompetitif yang berkelanjutan, yakni perbedaan yang ia dapat pertahankan dari waktu ke waktu. Kelebihan kompetitif bisa muncvul dari banyak pendekatan, seperti desain produk yang unggul, reputasi berkualitas tinggi, manajemen rantai suplai, cara baru dalam menjangkau pelanggan seperti strategi miliki Amazon.com atau strategi pelanggan milik Dell. Semua kelebihan kompetitif itu merupakan hal yang sementara karena segera setelah perusahaan unggul dalam satu aspek, perusahaan lain akan bergegas menyalin kesuksesan itu dan diferensiasi pun melemah. Misalnya Macintosh dari Apple merupakan komputer pertama untuk pasar massal yang memiliki antarmuka pengguna grafis dan tetikus. Segera ia ditiru oleh IBM dan Microsoft dan mengikis diferensiasi Apple. Bahkan kini Apple terus memimpin dalam inovasi antarmuka pengguna, seperti sentuhan dan isyarat di iPhone, iPod Touch dan iPad. namun, pesaing seperti RIM, Nokia dan LG sudha mulai meniru inovasinya.
Strategi meliputi pemilihan secqara sengaja serangkaian kegiatan untuk memberikan kombinasi unik nilai kepada pelanggan. Misalnya, Amazon merupakan pionir dalam ceruk e-commerce dan dengan cepat memiliki posisi yang unik dalam benak pelanggan sebagai vendor bereputasi baik dalam dunia maya. Amazon juga setia pada strategi berbasis webnya saat pesaing menghadirkan bisnis mereka dalam ranah maya dan toko berbentuk nyata.
Apple bergerak ke segmen ritel sebagai cara untuk menjangkau konsumennya yang tak terlayani dengan baik oelh kanal distribusinya yang terdiri dari peritel PC. Pergeseran Apple menuju ritel ini banyak dikritik sebagai gerakan yang fatal karena Apple tak berpengalaman dalam bidang itu. Kritikus menunjukkan kegagalan masa lalu strategi Gateway dengan toko milik perusahaan untuk menjangkau konsumen. Apple mendobrak konvensi yang lazim dan fokus pada pengalaman layanan pelanggan yang prima, meniru pengalaman prima dari hotel-hotel Four Seasons. Strategi ritelnya telah menuai sukses besar dan hingga awal 2012 sudah ada 364 toko di berbagai belahan dunia.
Kini Apple memiliki nilai penjualan tertinggi per kaki persegi dalam industri ritel, mengalahkan Tiffany yang menjual berlian dan perhiasan mahal. Microsoft mencoba meniru strategi ritel Apple dengan membuka tokonya sendiri. Di awal 2012, ia hanya berhasil membuka 18 toko. Masa depan Microsoft di dunia ritel masih dipertanyakan sampai sekarang.
Menurut Prof. Michael Porter dari Harvard Business School, seorang penggagas dan pemikir dalam bidang strategi perusahaan, inti utama strategi terletak pada "memilih untuk melakukan kegiatan yang berbeda dari pesaing". Ambil contoh iPod dan iTunes. Saat iPod diperkenalkan di tahun 2001, iPod memiliki penjualan yang tak terlalu tinggi. Saat iTunes Store dibuka di tahun 2003, iPod melejit. Kini, iTunes store menjual lebih banyak musik daripada Wal-Mart dan meraup 70% dari total musik yang diunduh.DI tahun 2010, ceruk pasar penjualan musiknya sudah mencapai 27%. Sementara banyak pesaing seperti Microsoft dan Google mencoba meniru iTunes, mereka gagal menumbangkan Apple. Akhirnya, Microsoft 'membunuh' pemutar musik Zune setelah membelanjakan miliaran dollar selama beberapa tahun mencoba merengkuh pasar konsumen musik yang dikuasai Apple.
Di Prancis, ada peribahasa"Vive la difference ( Panjang umur perbedaan). Ini juga berlaku dalam pemikiran strategis. (Gambar: Tempapersolution.com/Sumber: caycon.com/ *AP)
Bekerja dengan Metode ROWE Bekerja kini tidak hanya terbatas dalam batasan fisik. Entrepreneur di masa modern memiliki fleksibilitas untuk bekerja... Selanjutnya...