Move
Close
Lupa nama pengguna?
Lupa Password?
Pendaftaran

mobile-banner-half

jasa

Banner
Banner
HRD
Ibaratkan Pekerja Startup sebagai Relawan Views :137 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 21 Mei 2012 09:52

Saat membicarakan mengenai budaya perusahaan, kita jarang memikirkan bahwa generasi pekerja terkini bisa digambarkan sebagai pekerja sosial seperti dalam berbagai lembaga nirlaba. Namun, tentu saja mereka bukan pekerja sosial atau relawan dalam arti mereka tidak digaji sama sekali atas apa yang mereka susah payah lakukan tetapi lebih merujuk pada artian mereka menghendaki perlakuan dan pendekatan yang menyerupai pendekatan yang dilakukan terhadap pekerja sosial.

 

Berikut merupakan beberapa alasan mengapa pegawai dalam startup umumnya perlu diperlakukan ibarat seorang pekerja sosial/ relawan:

  • Misi dan tujuan yang mereka miliki lebih penting daripada uang: Generasi sekarang dididik untuk mengikuti passion mereka. Mereka tentu masih menganggap kemandirian finansial sebagai hal penting namun tidak serta merta mendewakannya.
  • Pekerjaan terbaik selesai saat Anda peduli dengan tulus dan sungguh-sungguh pada sesuatu: Perhatian adalah poin utama yang diperlukan seorang pekerja untuk tetap termotivasi dalam bekerja. Ini membantu mereka melewati berbagai tantangan dalam karir.
  • Relawan sering membutuhkan pujian dan dorongan untuk tetap merasa dihargai: Berbagai tunjangan dan kemapanan finansial belum dianggap cukup jika individu pekerja masa kini tidak merasa dihargai kerja kerasnya. Mereka haus akan pengakuan sekelilingnya atas apa yang sudah mereka capai.
  • Masa pengabdian lebih pendek: Jarang ditemui seorang pekerja startup yang betah mengabdi dalam satu startup/ perusahaan dalam jangka panjang. Mereka adalah individu yang dinamis. Mereka menyukai berbagai hal baru. Saat bosan dan merasa membutuhkan tantangan baru untuk meningkatkan pengetahuan wawasan dan kualitas diri, mereka bisa menawarkan keahlian dan ketrampilan di tempat lainnya yang dianggap lebih ideal dan menantang. Kemapanan adalah satu kata yang tak sering dijumpai dalam kepala individu-individu dalam startup.

Memperlakukan pegawai startup sebagai relawan lebih masuk akal karena pemilik usaha tidak berutang budi pada satu karyawan tertentu saja. Mereka lebih mengutamakan pekerja yang kreatif dan lincah dan cerdas. Dengan kelompok yang kreatif, pola pikir relawan sangat lazim ditemui.(Image credit: oncampus.macleans.ca/ *AP)

 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

Halaman 1 dari 47
HRD
Gambar
Ibaratkan Pekerja Startup sebagai Relawan
Saat membicarakan mengenai budaya perusahaan, kita jarang memikirkan bahwa generasi pekerja terkini bisa digambarkan... Selanjutnya...
Gambar
8 Strategi Bertahan dalam Bisnis
Ada banyak orang yang sudah mendirikan bisnis, dan berhasil. Namun seiring perkembangan dunia usaha, pesaing banyak... Selanjutnya...
Gambar
9 Kiat Berbisnis Makanan Online
Banyak produk makanan menjadi hit, diperbicangkan orang dengan bermodalkan kepintaran memanfaatkan media sosial.... Selanjutnya...
Gambar
Startup Perlu Evaluasi Kas Mingguan
Uang kas merupakan salah satu hal penting dan bisa dianggap sebagai darah yang mengalir dalam tubuh sebuah startup.... Selanjutnya...
Gambar
Bagaimana Entrepreneur Gunakan Social Media dengan Profesional?
Pengetahuan akan berbagai macam hal terkait bisnis yang ia jalankan adalah sebuah aturan tak tertulis yang harus... Selanjutnya...
Gambar
Mengenal Apa Itu Sukuk
Krisis global yang melanda banyak negara di dunia, membuat para investor mulai melirik pasar uang Timur Tengah yang tak... Selanjutnya...
Gambar
Tingkatkan Penjualan Tanpa Iklan
Banyak entrepreneur atau pemilik bisnis kebingungan memikirkan cara meningkatkan penjualan. Cara yang paling umum yaitu... Selanjutnya...
Gambar
Kunci Sukses Menjalankan Waralaba
Tidak sedikit investor yang sudah menjalankan bisnis waralaba, tetapi tidak tahu cara mempertahankannya. Sebagian... Selanjutnya...
Gambar
Inilah Hal yang Membuat Konsumen Tidak Puas
Konsumen yang tidak puas akan bereaksi dengan tindakan yang berbeda. Secara umum, pemasaran produk dan atau jasa lebih... Selanjutnya...
Copyright © 2010-2012 Ciputra Entrepreneurship
All right reserved