Saat membicarakan mengenai budaya perusahaan, kita jarang memikirkan bahwa generasi pekerja terkini bisa digambarkan sebagai pekerja sosial seperti dalam berbagai lembaga nirlaba. Namun, tentu saja mereka bukan pekerja sosial atau relawan dalam arti mereka tidak digaji sama sekali atas apa yang mereka susah payah lakukan tetapi lebih merujuk pada artian mereka menghendaki perlakuan dan pendekatan yang menyerupai pendekatan yang dilakukan terhadap pekerja sosial.
Berikut merupakan beberapa alasan mengapa pegawai dalam startup umumnya perlu diperlakukan ibarat seorang pekerja sosial/ relawan:
Misi dan tujuan yang mereka miliki lebih penting daripada uang: Generasi sekarang dididik untuk mengikuti passion mereka. Mereka tentu masih menganggap kemandirian finansial sebagai hal penting namun tidak serta merta mendewakannya.
Pekerjaan terbaik selesai saat Anda peduli dengan tulus dan sungguh-sungguh pada sesuatu: Perhatian adalah poin utama yang diperlukan seorang pekerja untuk tetap termotivasi dalam bekerja. Ini membantu mereka melewati berbagai tantangan dalam karir.
Relawan sering membutuhkan pujian dan dorongan untuk tetap merasa dihargai: Berbagai tunjangan dan kemapanan finansial belum dianggap cukup jika individu pekerja masa kini tidak merasa dihargai kerja kerasnya. Mereka haus akan pengakuan sekelilingnya atas apa yang sudah mereka capai.
Masa pengabdian lebih pendek: Jarang ditemui seorang pekerja startup yang betah mengabdi dalam satu startup/ perusahaan dalam jangka panjang. Mereka adalah individu yang dinamis. Mereka menyukai berbagai hal baru. Saat bosan dan merasa membutuhkan tantangan baru untuk meningkatkan pengetahuan wawasan dan kualitas diri, mereka bisa menawarkan keahlian dan ketrampilan di tempat lainnya yang dianggap lebih ideal dan menantang. Kemapanan adalah satu kata yang tak sering dijumpai dalam kepala individu-individu dalam startup.
Memperlakukan pegawai startup sebagai relawan lebih masuk akal karena pemilik usaha tidak berutang budi pada satu karyawan tertentu saja. Mereka lebih mengutamakan pekerja yang kreatif dan lincah dan cerdas. Dengan kelompok yang kreatif, pola pikir relawan sangat lazim ditemui.(Image credit: oncampus.macleans.ca/ *AP)
Mengenal Apa Itu Sukuk Krisis global yang melanda banyak negara di dunia, membuat para investor mulai melirik pasar uang Timur Tengah yang tak... Selanjutnya...