Bila dicermati, pengguna bus saat ini sudah banyak mengalami pergeseran selera. Salah satunya, mereka sudah emoh berlama-lama berada di dalam bus yang tidak nyaman, apalagi untuk perjalanan jauh. Bila perusahaan otobus ingin mempertahankan pelanggannya, dipastikan harus selalu mengadakan inovasi pada layanan yang diberikan.
“Inovasi dan peningkatan pelayanan menjadi kata kunci,” kata pemilik PO Nusantara, Handoyo Yonatan.
Tentunya, saat ini “perang” antarperusahaan otobus semakin ketat. Masing-masing tentu berusaha untuk memberikan layanan terbaik untuk pelanggannya. Bila diabaikan, dipastikan pengguna jasa akan lari ke perusahaan lain.
Sebagai pemain lama dalam bisnis bus, pihaknya juga terus menerapkan layanan terbaik. Ditambahkan, tingkat layanan yang diberikan kepada pelanggan secara otomatis juga akan mendongkrak omzet perusahaan. Pasalnya, biasanya pelanggan tidak segan membayar dengan harga tinggi untuk satu tiket perjalanan. Syaratnya, mereka diberlakukan nyaman dan aman.
Kondisi seperti itu tentu akan menguntungkan pengguna jasa. Paling tidak, mereka mempunyai pilihan tingkat layanan mana saja yang akan digunakan. “Itu yang telah dan akan terus kami lakukan,” jelasnya. (*/SM)
Apakah dengan memakai sisi Jalan Utama di Jl. Pajajaran, Bandung sebagai tempat pooling (terminal bus) itu termasuk sebagai inovasi? Seharusnya dengan perkembangan jaman pengusaha itu lebih maju, lebih memikirkan masyarakat di sekitar bukan mengganggu ketertiban umum.
Comments
RSS feed for comments to this post.